Kakorlantas Pastikan Tol Fungsional Japek II Selatan Siap Digunakan saat Arus Mudik dan Balik Lebaran
BeritaNasional.com - Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho telah meninjau kesiapan ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan yang akan difungsikan pada arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Tol Fungsional Japek II Selatan diharapkan dapat menjadi jalur alternatif bagi kendaraan dari Bandung menuju Jakarta yang selama ini melintas melalui Tol Jakarta-Cikampek.
“Japek II Selatan ini nantinya juga dapat mengalihkan arus kendaraan dari Bandung menuju Jakarta yang biasanya melalui Cikampek,” kata Agus dalam keteranganya, Senin (9/3/2026).
Menurut dia, dengan penggunaan jalur fungsional ini, arus mudik maupun balik bisa dikelola melalui dua jalur untuk dapat mengurangi kepadatan di Tol Jakarta–Cikampek.
Terlebih, lanjut Agus, ruas tol fungsional Sadang hingga Setu yang merupakan bagian Tol Japek II telah masuk penyelesaian di Km 16 dan Km 13.
“Ada dua titik yang masih dalam perbaikan di Km 16 dan Km 13. Namun, pihak pengelola jalan tol menyampaikan dalam dua sampai tiga hari ke depan perbaikan tersebut sudah selesai,” ujarnya.
Selain itu, Agus menyampaikan ruas Tol Fungsional Sadang-Bojongmangu juga telah dapat digunakan pada arus mudik maupun balik. Hal ini dapat mendukung skema rekayasa lalu lintas di beberapa titik, khususnya di exit Tol Bojongmangu dan Setu, guna mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan.
Sebab, terdapat empat exit tol yang akan difungsikan pada ruas tol tersebut yang sewaktu-waktu bisa digunakan apabila volume kendaraan meningkat. Kendaraan dari tol fungsional dapat dialihkan keluar melalui Deltamas agar tidak seluruhnya keluar di exit Setu.
“Apabila traffic cukup tinggi, nanti akan kita keluarkan ke Deltamas sehingga tidak semuanya keluar di Setu. Manajemen rekayasa lalu lintas di exit tol akan kita kelola berdasarkan kondisi traffic counting saat itu,” paparnya.
Agus menambahkan, dalam kesiapan pengelolaan arus mudik-balik selama Operasi Ketupat 2026, Korlantas Polri akan memanfaatkan teknologi pemantauan lalu lintas di ruas tol utama maupun tol fungsional.
“Selain itu, potensi kepadatan di titik keluar tol seperti Bojongmangu dan Setu juga diantisipasi dengan menyiapkan pos pengaturan lalu lintas serta sistem traffic counting guna mengatur distribusi kendaraan secara optimal,” jelasnya.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







