Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Kasus Tewasnya Pensiunan JICT Ermanto Usman

Oleh: Bachtiarudin Alam
Senin, 09 Maret 2026 | 16:45 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto. (BeritaNasional/Bachtiarudin Alam)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto. (BeritaNasional/Bachtiarudin Alam)

BeritaNasional.com - Polisi masih mendalami segala kemungkinan kasus tewasnya pensiunan pegawai Jakarta International Container Terminal (JICT) Ermanto Usman (65) di Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan pendalaman dilakukan bukan hanya soal kasus perampokan, melainkan juga dugaan pembunuhan.

"Masih didalami (soal isu pembunuhan),” kata Budi Hermanto kepada wartawan pada Senin (9/3/2026).

Namun, Budi berharap seluruh pihak yang memiliki informasi terkait dengan kematian dari korban yang tewas di rumahnya bisa dilaporkan untuk mempermudah proses penyelidikan.

“Semua informasi segera diperlukan untuk membantu penyelidik," ujar Budi.

Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal menyatakan pihaknya telah turun tangan untuk menyelidiki kasus untuk memburu pelaku perampokan tersebut.

"Untuk pelakunya masih dalam lidik ya, termasuk jumlah (pelaku)," kata Andi saat dikonfirmasi yang dikutip pada Selasa (3/3/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Andi menyebut kasus perampokan ini pertama kali diketahui anak korban yang tinggal satu rumah bersama orang tuanya.

"Jadi, yang temukan terlebih dahulu itu adalah anak perempuannya yang tinggal di situ. Jadi bertiga mereka tinggal," tuturnya.

Saat bangun untuk sahur sekitar pukul 04.00 WIB, si anak belum mendengar aktivitas orang tuanya. 

Dia memutuskan untuk turun ke bawah mengecek kondisi rumah yang ternyata masih dalam keadaan gelap.

"Kemudian, anak korban akhirnya turun untuk sahur. Tapi dia kaget karena rumahnya masih gelap dan tidak ada jawaban saat dirinya memanggil orang tuanya," katanya.

Melihat kondisi tersebut, si anak berusaha membuka pintu kamar orang tuanya, tetapi gagal karena diduga sudah dirusak.

Kemudian, anaknya memanggil keluarga lainnya dan berhasil menuju ke TKP dan membuka paksa jendela kamar.

"Saat itulah, kedua korban ditemukan dalam kondisi tergeletak, ayahnya berinisial EU (65) ditemukan tewas dan istrinya, P (60), kondisinya kritis," ungkapnya

Berdasarkan pengecekan awal, Andi menyebut para korban mengalami luka akibat hantaman benda tumpul yang diarahkan ke kepala belakang.

"Sementara untuk barang yang hilang itu dari keterangan anak korban, gelang emas yang di tangan korban sama kunci mobil, dua kunci mobil, selebihnya masih kami lakukan pendataan," katanya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: