Komisi XI DPR Minta Pemerintah Tidak Reaktif Naikan Harga BBM Akibat Harga Minyak Dunia Naik

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 10 Maret 2026 | 14:10 WIB
DPR saat rapat (Beritanasional/Ahda)
DPR saat rapat (Beritanasional/Ahda)

BeritaNasional.com - Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mengingatkan pemerintah tidak reaktif dalam menghadapi gejolak harga minyak mentah dunia akibat gejolak di Timur Tengah. Misbakhun meminta pemerintah tidak gegabah menaikkan harga bahan bakar bakar minyak (BBM) subsidi.

Pemerintah dinilai perlu mengambil langkah yang terukur menghadapi harga minyak mentah dunia.

"Respons kita harus terukur. Wait and see. Jangan kita langsung setiap gerakan diberikan reaksi. Kita harus lihat seperti apa kejadiannya, respons berikutnya seperti apa," ujar Misbakhun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Misbakhun mengingatkan, sektor transportasi dan pangan sangat sensitif terhadap kenaikan harga BBM. Sebab bisa memicu harga pokok turut naik.

Karena itu, pemerintah menjaga harga pangan dengan memberikan subsidi pada tingkat tertentu supaya tidak memberikan tekanan terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.

"Kalau BBM dinaikkan harganya, nanti harga pokok di dalam transportasi pasti akan naik. Pasti. Pangan juga akan naik karena biaya produksi akan meningkat. Lah inilah yang ingin dijaga oleh pemerintah kenapa harga BBM ini pada tingkat tertentu diberikan subsidi supaya tidak memberikan tekanan terhadap inflasi dan mempengaruhi daya beli masyarakat," ujar Misbakhun.

"Kalau daya beli masyarakat terpengaruh, maka akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan kita," sambung Politikus Golkar ini.

Sementara itu, Komisi XI akan mengagendakan memanggil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menjelaskan langkah mitigasi pemerintah dalam menyikapi gejolak Timur Tengah yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz.

Namun, menurut Misbakhun, simulasi yang disusun pemerintah sifatnya sangat tidak menentu atau volatile. Ia berharap pidato Presiden Amerika Serikat membawa sentimen positif terhadap harga minyak mentah dunia.

"Volatilitasnya masih tinggi, up and down, up and down dalam varian yang sangat ekstrem," ujarnya.

Diberitakan, meskipun harga minyak dunia terus melesat imbas konflik di Timur Tengah, Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, pemerintah saat ini belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel vs Iran.

“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/3/2026). 
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: