Ratusan Anak Jadi Korban Psikis Konflik Rumah Tangga, Tangerang Selatan Urutan Teratas

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Selasa, 10 Maret 2026 | 22:28 WIB
Pentingnya mencegah kekerasan terhadap anak (Foto/Pixabay)
Pentingnya mencegah kekerasan terhadap anak (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com -  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Banten mencatat 226 anak menjadi korban kekerasan psikis sepanjang tahun 2025, yang sebagian besar dipicu oleh konflik internal dalam rumah tangga.

Kepala DP3AKB Banten, Iwan Aridiansyah Sentono, di Serang, Selasa, menjelaskan bahwa gangguan psikis pada anak sering kali berakar dari lingkungan keluarga yang tidak harmonis, terutama saat anak menyaksikan langsung pertengkaran orang tua.

Berdasar data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni-PPA), Kota Tangerang Selatan menempati urutan tertinggi dengan 112 kasus, diikuti oleh Kota Cilegon dengan 54 kasus.

"Terkadang anak itu melihat pertengkaran orang tua yang terus-menerus, bahkan melihat langsung ibunya dipukul oleh ayahnya. Kondisi tersebut secara otomatis mengganggu kondisi psikis anak," ujarnya dilansir Antara, Selasa (10/3/2026).

Selain faktor konflik fisik, kekerasan verbal berupa makian yang merendahkan martabat juga menjadi penyebab utama. Hal ini mengakibatkan anak mengalami loss of confidence atau kehilangan rasa percaya diri yang mendalam.

Dampak trauma psikis ini biasanya tidak langsung terlihat. Orang tua umumnya baru menyadari adanya masalah setelah anak menunjukkan perubahan perilaku yang drastis, seperti menjadi sangat pendiam atau menarik diri dari lingkungan sosial.

DP3AKB Banten pun terus memberikan layanan pendampingan intensif bagi para korban. Fasilitas yang disediakan mencakup layanan konseling bersama psikolog profesional hingga penyediaan rumah aman bagi korban yang mengalami trauma berat.

"Pendampingan kami berikan sesuai kebutuhan pelapor. Fokus utamanya adalah memulihkan kesehatan mental anak agar mereka bisa kembali memiliki rasa percaya diri dan tumbuh dengan normal," tandasnya. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: