Menteri HAM Natalius Pigai: Pers Pilar Terpenting HAM

Oleh: Panji Septo R
Rabu, 11 Maret 2026 | 20:54 WIB
Menteri HAM Natalius Pigai (Beritanasional/Panji)
Menteri HAM Natalius Pigai (Beritanasional/Panji)

BeritaNasional.com - Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menegaskan, posisi media massa sebagai komponen fundamental dalam menjamin ruang keadilan dan demokrasi. 

Ia menyampaikan hal itu dalam Kick Off dan Launching Program Media Pers dan Pembangunan Peradaban HAM.

Pigai menyatakan, pers memiliki fungsi universal yang melampaui sekadar pilar demokrasi. 

Ia menekankan media merupakan elemen utama dalam menjembatani idealitas keadilan yang diharapkan masyarakat dengan realitas yang kerap tidak berpihak.

“Yang paling utama saya sampaikan bahwa pers adalah jendela dunia. Pers itu jendela dunia, media itu jendela dunia, media itu cakrawala bangsa,” ujar Pigai di Jakarta, Rabu (11/3/2026). 

“Kalau tanpa media gelap gelita, asli saya sampaikan," tambahnya.

Pigai mengenang pengalamannya saat masih mahasiswa di Yogyakarta. Menurutnya, keberadaan pers memungkinkan harapan mengenai keadilan tetap hidup. 

“Tanpa pers, mungkin belum tentu harapan kita tentang keadilan itu muncul,” ucapnya.

Pigai mengutip pandangan polemolog Norwegia John Galtung untuk mengilustrasikan kesenjangan antara harapan dan kenyataan. 

“Kalau pendekatan John Galton, seorang polemologi Norwegia, mengatakan konflik itu terjadi karena perbedaan antara realitas dan idealitas,” ujarnya. 

Ia kemudian menambahkan, soal rakyat yang menginginkan idealitas, yakni keadilan. Menurutnya, pers adalah jembatan untuk mendapatkan keadilan itu.

"Tapi realitasnya, mereka sulit mendapatkan keadilan. Siapa instrumen yang selalu menjembatani untuk menghadirkan keadilan? Pers!" tegasnya.

Pigai juga menyoroti narasi lama yang menempatkan pers hanya sebagai pilar demokrasi. Ia menilai kerangka tersebut tidak cukup luas. 

“Bertahun-tahun kita didoktrin, sejak saya mahasiswa di Jogja sampai dengan sekarang menjadi Menteri ini, pers adalah pilar penting demokrasi. Demokrasi adalah bagian dari human right. Human right bukan bagian dari demokrasi,” katanya.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: