Kemungkinan Sudah Lama Terjadi dan Ditutupi, Menpora Erick: Pelecehan Seksual Tindakan Keji

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Kamis, 12 Maret 2026 | 14:27 WIB
Menpora Erick Thohir. (BeritaNasional/Bachtiar)
Menpora Erick Thohir. (BeritaNasional/Bachtiar)

BeritaNasional.com -  Dugaan pelecehan yang terjadi terhadap atlet cabang olah raga panjat tebing merupakan tindakan keji. 

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan hal tersebut seharusnya tidak ada di dunia olahraga.

"Atlet itu sudah berkorban, tidak hanya sekolah, latihan, meninggalkan orang tua, tapi kok dizalimi dan ini sebuah hal-hal yang jahanam," ujarnya \

Erick yang ditemui saat perayaan HUT ke-74 Komite Olimpiade Indonesia di Jakarta, kemarin juga menerangkan sejak menerima laporan dari Federasi Panjat Tebing Indonesia pihaknya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, meski federasi sudah menjatuhkan sanksi secara internal kepada terduga pelaku.

Pemerintah sambung mendorong agar kasus dugaan pelecehan seksual di cabang panjat tebing maupun kickboxing diproses secara hukum supaya memberikan kepastian dan keadilan bagi semua pihak.

Ia juga berharap dan berupaya kejadian serupa tidak terulang lagi di dunia olahraga Indonesia. Karena itu, dia mengajak seluruh federasi olahraga membuat kesepakatan untuk memperkuat perlindungan atlet, misalnya melalui Program Safeguarding yang dijalankan KOI.

"Kami sebagai pemerintah tentu mendukung segala bentuk upaya perlindungan terhadap atlet yang memang harus dilakukan," ujarnya.

Erick juga menyambut keberanian para atlet yang melaporkan dugaan pelecehan seksual maupun kekerasan fisik. Langkah tersebut penting sebagai proses introspeksi dan pembenahan sistem pembinaan di setiap federasi.

"Artinya pembenahan sistem pelatnas dan juga proses latihan di masing-masing cabang olahraga harus benar-benar bersih dari tindakan pelecehan seksual maupun kekerasan," tambahnya.

Ia menduga kejadian ini mungkin sudah lama terjadi namun ditutupi demi nama baik federasi. Menpora mengapresiasi Ketua Umum FPTI Yenny Wahid yang berani terbuka dan melaporkan kasus tersebut.

"Karena itu kita, (Kemenpora maupun seluruh federasi olahraga), harus benar-benar memastikan bahwa sistem pembinaan atlet berjalan secara clean and clear," tandasnya. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: