Ditangkap! Ini Tampang Kiai Ashari, Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Tersangka Pelecehan Santriwati

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 07 Mei 2026 | 12:18 WIB
Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo tersangka pelecehan santriwati yang ditangkap. (BeritaNasional/Humas Polri)
Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo tersangka pelecehan santriwati yang ditangkap. (BeritaNasional/Humas Polri)

BeritaNasional.com - Pelarian pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), Kiai Ashari berakhir, usai persembunyiannya di wilayah Wonogiri berhasil dibongkar kepolisian.

Penangkapan ini dilakukan setelah tersangka kasus dugaan pelecehan terhadap santriwati ini tidak kooperatif alias mangkir dari panggilan pemeriksaan penyidik Polresta Pati sebanyak dua kali pada Kamis (7/5/2026).

"Namun, karena tersangka diduga tidak ada di tempat atau diduga bersembunyi di luar kota, akhirnya ada upaya penjemputan paksa terhadap tersangka berinisial AS tersebut," kata Kapolres Kota Pati Kombes Pol. Jaka Wahyudi, Kamis (7/5/2026).

Adapun untuk kasus ini, baru satu korban yang secara resmi melaporkan kasus kepada pihak kepolisian. Meski begitu, Polresta Pati tetap membuka ruang bagi korban lain ataupun saksi yang memiliki informasi tambahan untuk melapor, dengan jaminan kerahasiaan identitas.

Soal jumlah korban yang disebut mencapai puluhan orang, pihak Polresta Pati menegaskan, belum menerima keterangan resmi yang mendukung klaim tersebut.

"Kami memastikan proses penyidikan akan terus berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tegas dia.

Terkait proses penyidikan, Ashari telah ditetapkan sebagai tersangka pada 28 April 2026, setelah penyidik mengumpulkan alat bukti yang dinilai cukup. Sebelum penetapan tersebut, penyidik telah memeriksa pelapor, sejumlah saksi, serta saksi ahli. Terlapor juga sempat diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi.

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah salah satu kuasa hukum korban, Ali Yusron buka suara atas pelecehan yang diduga dilakukan Kiai Ashari. Bahkan, tindakan asusila ini telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. 

Sebagian korban yang masih berusia sekolah menengah pertama (SMP) atau di bawah umur, kerap tak kuasa melawan karena tekanan yang diberikan dari Kiai Ashari.

Bermodalkan relasi kuasa di lingkungan l pesantren, Kiai Ashari pun meminta para korban yang mayoritas santriwati untuk tunduk dan patuh sebagai bentuk ketaatan terhadap pengasuh. Ketika menolak, ancaman pun langsung dilontarkan.

 sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: