BMKG Prediksi Hujan Lebat, Kapolri Minta Personel Gabungan Waspada

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 12 Maret 2026 | 19:41 WIB
Calon penumpang memasukkan barang bawaan ke dalam bus di Terminal Kalideres, Jakarta,Kamis (5/3/2026).(Beritanasional.com/ho/Oke Atmaja)
Calon penumpang memasukkan barang bawaan ke dalam bus di Terminal Kalideres, Jakarta,Kamis (5/3/2026).(Beritanasional.com/ho/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh personel gabungan untuk meningkatkan kewaspadaan khusus mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi selama periode Lebaran 2026.

Instruksi tersebut disampaikan Sigit bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

"Perlu kewaspadaan khusus terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara," kata Sigit saat memberikan arahan.

Kewaspadaan khusus, lanjut Sigit, mengingat hasil analisis BMKG terkait prediksi kondisi cuaca pada saat arus mudik Lebaran 2026 yang berpotensi berawan hingga hujan lebat.

Oleh sebab itu, seluruh 161.243 personel gabungan yang bakal disebar ke 2.746 pos di seluruh Indonesia diminta untuk bersiaga penuh menghadapi seluruh potensi bencana alam yang mungkin terjadi.

"Untuk itu, diperlukan kesiapsiagaan, baik penyiapan tim tanggap bencana, sarana dan prasarana pendukung, termasuk langkah-langkah penanganan bencana pada tahap pra, saat, dan pasca bencana," imbuh dia.

Sigit kembali mengingatkan kepada seluruh personel gabungan yang hadir bahwa hasil rakor lintas sektoral memprediksi puncak arus mudik dan arus balik akan terjadi dalam dua gelombang.

"Di mana puncak arus mudik diprediksi terjadi pada tanggal 14 sampai 15 Maret 2026 dan 8 sampai 9 April 2026. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada tanggal 24 sampai 25 Mei 2026 dan 28 sampai 29 Mei 2026," sebut Sigit.

Selain waktu puncak arus mudik dan balik, seluruh personel juga diminta mempersiapkan potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran tahun 2026 yang mencapai 143,9 juta orang. Meski turun 1,75% atau 2,5 juta orang dibanding tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang, hal ini tetap harus diantisipasi.

"Meskipun demikian, kita tetap perlu mengantisipasi apabila terjadi peningkatan dalam realisasi pergerakannya. Terlebih lagi terdapat stimulus kebijakan pemerintah yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat untuk melaksanakan mudik," ujarnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: