Iran Bongkar Bukti Serangan AS-Israel terhadap Timur Tengah
BeritaNasional.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi mengeklaim pihaknya mengantongi data intelijen yang membuktikan Amerika Serikat (AS) dan Israel berada di balik serangkaian serangan terhadap negara-negara di Timur Tengah.
Dilansir dari Xinhua News pada Minggu (15/3/2026), Araghchi membantah tuduhan bahwa Iran adalah dalang serangan terhadap tetangga-tetangganya.
Sebaliknya, ia menuding Washington dan Tel Aviv melakukan operasi bendera palsu untuk menyudutkan Teheran.
Salah satu poin paling mengejutkan dalam pernyataan Araghchi adalah keberadaan drone Amerika yang dirancang menyerupai teknologi Iran.
"Amerika Serikat telah mengembangkan drone bernama 'LUCAS' yang sangat mirip dengan Shahed 136 milik Iran. Drone ini digunakan untuk menargetkan lokasi di negara-negara Arab guna memfitnah kami," tegas Araghchi.
Ia juga menuduh Israel sengaja menyasar warga sipil Arab demi merusak hubungan diplomatik negara-negara kawasan dengan Iran.
Ia memastikan, sejauh ini, serangan balasan Iran hanya terfokus pada pangkalan militer dan kepentingan AS sebagai respons atas agresi mereka.
Di tengah desas-desus pascaserangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu yang menewaskan Ali Khamenei, Araghchi menegaskan kondisi dalam negeri Iran tetap solid.
Ia menyatakan tidak ada pembelotan di tubuh militer maupun lembaga negara. Selain itu, ia mengonfirmasi Pemimpin Tertinggi yang baru, Mojtaba Khamenei, berada dalam kondisi sehat dan memegang kendali penuh atas negara.
Terkait jalur perdagangan vital di Selat Hormuz, Araghchi mengeluarkan peringatan keras. Ia menyatakan selat tersebut tetap terbuka bagi dunia, namun tertutup rapat bagi kapal-kapal milik Amerika Serikat dan sekutunya.
Iran mengeklaim tetap membuka pintu komunikasi melalui mediasi dengan negara tetangga. Kontak aktif terus dilakukan dengan Qatar, Arab Saudi, dan Oman untuk mencari jalan keluar guna meredam ketegangan.
Araghchi dilaporkan telah berkomunikasi via telepon dengan Menlu Prancis, Jean-Noel Barrot, guna membahas stabilitas regional.
Senada dengan Menlu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga merilis pernyataan pada Minggu yang membantah keterlibatan mereka dalam serangan pesawat tak berawak terbaru di Riyadh dan Provinsi Timur Arab Saudi.
Iran menantang negara-negara kawasan untuk membentuk komite bersama guna menyelidiki asal-usul serangan tersebut secara transparan.
Bagi Teheran, akar penyebab kekacauan di Lebanon dan Asia Barat adalah "hegemoni Israel" yang didukung penuh oleh Amerika Serikat.
Sumber: Xinhua News
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







