KPK: Pesan WhatsApp Catut Nama Deputi Diduga Modus Penipuan
BeritaNasional.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan masyarakat terkait penipuan yang mencatut nama pejabat internal lembaga melalui pesan singkat di platform WhatsApp.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan pesan tersebut bukan berasal dari pihak resmi lembaga antirasuah, melainkan penipu yang ingin mendapat keuntungan.
“Kami menyatakan dan menegaskan bahwa pesan yang beredar tersebut bukan dari Deputi KPK," ujar Budi dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3/2026).
"Pesan tersebut diduga merupakan bagian dari modus penipuan yang mengatasnamakan KPK untuk kepentingan tertentu,” imbuhnya.
Menurut dia, KPK menerima banyak informasi dari masyarakat mengenai adanya pihak tidak bertanggung jawab yang mengirim pesan.
Para pengirim pesan tersebut mengaku sebagai Deputi Koordinasi dan Supervisi KPK. Dalam pesan itu juga pelaku disebut menghubungi pimpinan badan usaha.
Budi mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tidak menanggapi pesan serupa.
“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi serupa, dengan tidak memberikan informasi apa pun kepada pengirim pesan tersebut,” ungkapnya.
KPK juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai modus lain seperti penipuan, pemerasan, pengurusan perkara, hingga permintaan sumbangan.
Setiap penugasan resmi pegawai KPK, lanjut dia, selalu disertai surat tugas dari lembaga.
Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan jika menemukan dugaan penipuan yang mencatut nama KPK.
Laporan dapat disampaikan langsung ke KPK atau ke kantor kepolisian setempat, termasuk melalui Call Center 198 maupun email [email protected].
Selama periode libur nasional 18–24 Maret 2026, layanan informasi publik KPK tetap tersedia secara terbatas.
Masyarakat masih dapat mengakses layanan dengan mengajukan permohonan informasi maupun pengaduan melalui email [email protected].
“Dengan tetap terbukanya akses ini, KPK berharap partisipasi publik dalam mendukung upaya pemberantasan korupsi dapat terus terjaga secara berkelanjutan,” tandas Budi.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 19 jam yang lalu
PERISTIWA | 23 jam yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu







