Rusia Peringatkan Bencana Ekologis Global Akibat Gempuran AS-Israel ke Iran

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 18 Maret 2026 | 21:41 WIB
Serangan Israel ke Sekolah di Iran Tewaskan Puluhan Siswa. (Foto/istimewa)
Serangan Israel ke Sekolah di Iran Tewaskan Puluhan Siswa. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Pemerintah Rusia memperingatkan tentang dampak lingkungan dari eskalasi militer di Timur Tengah. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyebut serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran telah memicu bencana ekologis dalam skala besar.

Pernyataan ini muncul menyusul laporan mengerikan dari Teheran pada 8 Maret lalu. Serangan udara semalam yang menghantam sejumlah fasilitas penyimpanan minyak di ibu kota Iran tersebut menyebabkan asap hitam pekat menyelimuti sebagian besar langit kota.

Zakharova menegaskan dampak dari pemboman tersebut bukan sekadar kerusakan fisik bangunan, melainkan ancaman berantai bagi alam. 

Puing-puing bangunan yang hancur, sisa bahan bakar, hingga zat kimia berbahaya dari peralatan militer yang meledak diprediksi akan menjadi tantangan lingkungan jangka panjang yang sulit diatasi.

Dalam konferensi pers pada Rabu (18/3/2026), Zakharova memerinci bahaya akumulasi limbah perang tersebut. 

Menurut dia, kombinasi dari minyak yang terbakar, amunisi, dan limbah kimia yang tidak diolah akan memicu emisi gas rumah kaca yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Akumulasi produk sampingan ledakan dan limbah ini dapat mengakibatkan polusi ekstrem pada tanah, air tanah, hingga perairan pesisir," ujar Zakharova yang dikutip dari Xinhua News pada Rabu (18/3/2026).

Ia juga memperingatkan dunia internasional bahwa dampak buruk ini tidak akan terisolasi di satu titik saja. 

Rusia meyakini bahwa kerusakan lingkungan ini akan menciptakan efek domino yang melampaui perbatasan negara.

"Konsekuensi ini tidak hanya akan memengaruhi Iran, seperti yang mungkin diasumsikan sebagian orang, tetapi akan berdampak pada seluruh kawasan, dan pada akhirnya meluas hingga ke luar wilayah tersebut," tegas Zakharova.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: