Redam Gejolak Konflik Timur Tengah, Spanyol Lepas 11,5 Juta Barel Cadangan Minyak

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 19 Maret 2026 | 04:00 WIB
Ilustrasi cadangan minyak dunia. (Foto/Freepik)
Ilustrasi cadangan minyak dunia. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Pemerintah Spanyol mengambil langkah tegas menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri di tengah memanasnya tensi militer di Timur Tengah. 

Spanyol mengumumkan akan melepas sebanyak 11,5 juta barel minyak dari cadangan strategisnya guna menekan volatilitas harga pasar dunia.

Langkah darurat ini diambil menyusul eskalasi konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran, yang telah memicu kekhawatiran global akan krisis energi.

Wakil Perdana Menteri ketiga sekaligus Menteri Transisi Ekologi Spanyol Sara Aagesen mengonfirmasi keputusan besar tersebut pada Selasa (17/3/2026). Jumlah minyak yang akan dilepas ini setara dengan lebih dari 12 hari total konsumsi nasional Spanyol.

Aagesen menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari wewenang Badan Energi Internasional (IEA) untuk menstabilkan pasokan global.

"Langkah ini bertujuan untuk meredakan ketegangan di pasar. Kita harus melihat dampaknya ketika seluruh cadangan mulai dilepaskan dalam beberapa minggu mendatang," ujar Aagesen.

Keputusan ini diambil sebagai respons langsung atas gangguan distribusi minyak akibat serangan gabungan AS-Israel ke Iran, yang kemudian dibalas dengan serangan Iran ke negara-negara Teluk serta pemblokiran sebagian jalur vital di Selat Hormuz.

Menteri Aagesen memperingatkan harga minyak terus meroket tanpa kendali ekonomi global akan berada dalam posisi yang sangat berbahaya. Oleh karena itu, tindakan terkoordinasi antarnegara dianggap sangat krusial saat ini.

Selain melepas cadangan minyak ke pasar, Pemerintah Spanyol juga bergerak cepat untuk melindungi rakyatnya dari dampak ekonomi:

Pada Jumat mendatang, pemerintah dijadwalkan merilis paket kebijakan khusus untuk melindungi masyarakat lokal dari lonjakan harga energi.

Langkah-langkah tersebut mencakup pembatasan kenaikan biaya operasional bagi produsen dan distributor makanan agar harga kebutuhan pokok tetap terjangkau.

Dengan langkah ini, Spanyol berharap dapat meminimalisir "gelombang kejut" ekonomi yang ditimbulkan oleh ketidakpastian politik di wilayah penghasil minyak utama dunia tersebut.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: