Eskalasi Memanas, Israel Hancurkan Jalur Vital di Lebanon Selatan

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 23 Maret 2026 | 07:45 WIB
Eskalasi Memanas, Israel Hancurkan Jalur Vital di Lebanon Selatan. (Foto/istimewa)
Eskalasi Memanas, Israel Hancurkan Jalur Vital di Lebanon Selatan. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Pasukan Israel Defense Forces dilaporkan menyerang Jembatan Qasmiyeh, jalur penyeberangan penting yang menghubungkan Lebanon selatan dengan wilayah lain di negara tersebut, pada Minggu. Presiden Lebanon Joseph Aoun menyebut serangan itu sebagai “pendahuluan untuk invasi darat”.

Dikutip dari Al Jazeera, Senin (23/3/2026), serangan terhadap infrastruktur vital tersebut terjadi setelah Menteri Pertahanan Israel Israel Katz memerintahkan militer untuk menghancurkan seluruh penyeberangan di atas Sungai Litani serta bangunan di dekat perbatasan Lebanon-Israel.

Pemboman jembatan ini menandai eskalasi dalam kampanye militer Israel terhadap kelompok bersenjata Hezbollah. Ketegangan meningkat sejak 2 Maret, setelah Hizbullah meluncurkan roket ke wilayah Israel sebagai respons atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei oleh Israel dan Amerika Serikat.

Presiden Aoun menyatakan serangan tersebut merupakan upaya untuk memutus konektivitas antara wilayah selatan Sungai Litani dengan bagian lain Lebanon. Ia juga menilai langkah itu sebagai bagian dari skema untuk membangun zona penyangga di sepanjang perbatasan, memperkuat pendudukan, serta membuka peluang ekspansi wilayah Israel di Lebanon.

Sebelumnya, Israel Katz menyebut strategi penghancuran jembatan dan rumah di wilayah perbatasan bertujuan menetralkan ancaman terhadap komunitas Israel. Ia mengaitkan pendekatan tersebut dengan model operasi yang diterapkan di Beit Hanoun dan Rafah, Gaza, di mana Israel membentuk zona penyangga dengan menghancurkan bangunan di sekitar perbatasan.

Pada hari yang sama, Kepala Staf militer Israel Eyal Zamir menegaskan bahwa operasi terhadap Hizbullah masih berada pada tahap awal dan diperkirakan akan berlangsung lama.

“Kami sekarang sedang bersiap untuk memajukan operasi darat dan serangan yang ditargetkan sesuai dengan rencana yang terorganisir,” kata Zamir dalam pernyataan resminya.

Di sisi lain, pemerintah Lebanon menyatakan telah melarang aktivitas militer Hizbullah dan membuka peluang untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Israel. Namun, sebelumnya Israel telah memperingatkan bahwa Lebanon dapat menghadapi kerusakan infrastruktur dan kehilangan wilayah jika Hizbullah tidak dilucuti senjatanya, sebagaimana kesepakatan dalam gencatan senjata tahun 2024 yang mengakhiri konflik lintas perbatasan selama setahun.

Sumber: Al Jazeerasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: