Komisi X DPR Minta Pemerintah Matangkan Rencana PJJ di Tengah Wacana Penghematan BBM

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 25 Maret 2026 | 08:13 WIB
Ilustrasi siswa sekolah (Beritanasional/Oke Atmadja)
Ilustrasi siswa sekolah (Beritanasional/Oke Atmadja)

BeritaNasional.com - Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat meminta pemerintah memastikan hak belajar anak terjamin dengan wacana pembelajaran jarak jauh. Kebijakan tersebut harus dipersiapkan secara matang.

Hal itu menanggapi rencana pemerintah memberlakukan pembelajaran jarak jauh sebagai bagian strategi penghematan BBM di tengah krisis minyak dunia akibat gejolak di Timur Tengah.

"Sejumlah langkah teknis yang komprehensif, menyinkronkan kebijakan antarkementerian dan pemerintah daerah harus dilakukan, untuk memastikan tidak ada satu anak pun yang kehilangan hak belajarnya dalam penerapan kebijakan pembelajaran secara daring itu," kata Lestari dikutip dalam siaran pers, Rabu (25/3/2026).

Menurut politikus yang akrab disapa Rerie ini, rencana penghematan BBM itu harus dipahami pelaksanaanya di lapangan.

Ia mengingatkan, pemberlakuan pembelajaran jarak jauh saat pandemi Covid-19 harus menjadi pelajaran.

Wakil Ketua MPR RI ini mengungkit sejumlah kendala seperti guru yang tidak siap, sampai orang tua terbebani dengan pembelajaran metode daring. Sehingga kualitas belajar murid menurun.

"Jangan sampai kesalahan yang sama berulang. Sehingga penting untuk dipersiapkan secara matang," ujar Rerie.

Menurut Rerie, selain kesiapan SDM, perlu juga kesiapan sarana dan prasarana pendukung terkait infrastruktur digital juga harus dipastikan.

Pada 2025, Kemendikdasmen telah menyalurkan papan interaktif digital (PID), laptop, dan hard disk eksternal kepada 288.865 satuan pendidikan.

Penyaluran perangkat tersebut dilengkapi dengan penyediaan akses internet bagi 8.152 satuan pendidikan, serta layanan listrik untuk 2.389 satuan pendidikan.

Politisi Fraksi Partai NasDem ini berpendapat bahwa para tenaga pengajar harus dipastikan memiliki keterampilan dalam mengoperasikan dan mengelola sejumlah peralatan tersebut.

Rerie berharap, pemerintah pusat dan daerah, serta masyarakat dapat membangun kolaborasi yang kuat untuk memastikan pelaksanaan PJJ dapat berjalan dengan baik.

"Karena keberlanjutan proses belajar mengajar yang berkualitas bagi setiap anak bangsa sangat penting untuk mewujudkan generasi penerus yang berdaya saing di masa depan," pungkasnya.

 

 sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: