Skuad Komplet, Timnas Indonesia Matangkan Persiapan Hadapi Saint Kitts and Nevis

Oleh: Harits Tryan
Kamis, 26 Maret 2026 | 18:48 WIB
Timnas Indonesia Matangkan Persiapan Hadapi Saint Kitts and Nevis. (BeritaNasional/Harits Tryan)
Timnas Indonesia Matangkan Persiapan Hadapi Saint Kitts and Nevis. (BeritaNasional/Harits Tryan)

BeritaNasional.com - Seluruh penggawa Timnas Indonesia sudah mengikuti latihan terakhir menjelang pertandingan melawan Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026.

Berdasakan pantauan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Kamis (26/3/2026) nampak beberapa pemain yang bermain di Eropa sudah ikut mengikuti sesi latihan terkahir.

Adapun pemain tersebut seperti Emil Audero, Kevin Diks, Joey Pelupessy, Justin Hubner, Ragnar Oratmangoen, Nathan Tjoe-A-On, Jay Idzes, Calvin Verdonk.

Dengan begitu, skuad Timnas Indonesia yang berjumlah 23 pemain itu pun sudah komplet.

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menegaskan dirinya tengah membangun identitas baru bagi skuad Garuda dengan tetap mempertahankan karakter khas sepak bola Indonesia.

Menurut Herdman, langkah pertama sebagai pelatih adalah memahami kekuatan dan kelemahan tim, sekaligus membaca karakter masyarakat Indonesia agar identitas permainan yang dibangun benar-benar mewakili bangsa.

“Anda harus memahami kekuatannya, memahami kelemahannya, dan memahami apa yang diinginkan masyarakat. Dan sebagai sebuah negara, yang diterima adalah identitas yang mewakili Anda,” kata Herdman dalam sesi konferensi pers, Kamis (26/3/2026).

Dia menilai Indonesia memiliki karakter kuat sebagai bangsa yang pekerja keras, artistik, dan menjunjung tinggi nilai kekeluargaan serta kebersamaan. Karakter itulah yang ingin ia tuangkan ke dalam gaya bermain Timnas Indonesia.

“Dari yang saya lihat di Indonesia, masyarakatnya pekerja keras, punya jiwa seni, serta menjunjung kekeluargaan dan kebersamaan. Jadi, semua elemen itu akan kami bungkus dalam gaya bermain kami,” ujarnya.

Herdman juga mengakui ada sejumlah aspek positif dari Timnas Indonesia yang sudah terbentuk dalam beberapa tahun terakhir, khususnya dari sisi pertahanan.

Ia menilai skuad Garuda telah memiliki fondasi kuat dalam menjaga kekompakan, kekuatan, dan kedisiplinan saat bertahan.

“Saya pikir, melihat versi-versi Indonesia sebelumnya, ada banyak hal yang saya suka. Kemampuan bertahan tim, kemampuan mereka untuk tetap kompak, kuat, dan rapat,” ucap Herdman.

Meski demikian, Herdman melihat masih ada sejumlah sektor yang perlu ditingkatkan, terutama dalam fase menyerang. Ia ingin Timnas Indonesia tampil lebih cepat saat transisi, lebih tertata dalam membangun serangan, serta lebih dinamis ketika menguasai bola.

“Namun ada elemen yang bisa kami tingkatkan. Kami bisa meningkatkan transisi menyerang, meningkatkan organisasi serangan, agar kami lebih dinamis dan lebih direct. Saya rasa itu penting,” katanya.

Selain itu, Herdman menyoroti pentingnya adaptabilitas dalam sepak bola internasional modern. Ia menilai Timnas Indonesia pada masa lalu kerap terlihat terlalu mudah dibaca lawan.

Karena itu, ia ingin Garuda menjadi tim yang lebih fleksibel dan mampu beradaptasi dalam berbagai situasi pertandingan.

“Dan juga menghadirkan tingkat adaptabilitas. Saya selalu merasa, saat menonton tim Indonesia, terkadang tim ini terlihat mudah ditebak. Dalam sepak bola internasional saat ini, Anda harus lebih adaptif, baik sebelum pertandingan, saat pertandingan berlangsung, maupun dari satu laga ke laga lainnya,” tutur Herdman.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: