Pasbata Sebut Keputusan Mundur Letjen Yudi Bisa Jadi Contoh Etika Kepemimpinan

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 27 Maret 2026 | 14:13 WIB
Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Letjen Yudi Abrimantyo. (Foto/Dok Kemhan)
Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Letjen Yudi Abrimantyo. (Foto/Dok Kemhan)

BeritaNasional.com - Keputusan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Letjen Yudi Abrimantyo mundur dari jabatannya menuai sorotan tajam di tengah publik. Langkah ini justru dinilai sebagai bentuk keberanian moral yang semakin langka.

Ketua Umum Pasbata Prabowo David Febrian menyebut pengunduran diri tersebut sebagai “tamparan keras” bagi para pejabat yang selama ini tersandung persoalan namun tetap berupaya mempertahankan jabatan.

“Ini bukan sekadar mundur. Ini adalah sikap ksatria. Ini pelajaran terbuka bagi banyak pejabat yang ketika bermasalah justru sibuk mencari pembenaran, memainkan opini, bahkan menyalahkan pihak lain,” tegasnya, Jumat (27/3/2026).

Ia menilai, Letjen Yudi menunjukkan standar kepemimpinan yang berbeda, bahwa tanggung jawab kepada rakyat harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun jabatan, bahkan sebelum proses hukum selesai.

“Di negeri ini, terlalu sering kita melihat pejabat yang jelas-jelas bermasalah tapi masih bertahan, berkelit, dan menghindar. Letjen Yudi justru melakukan hal sebaliknya. Urusan benar atau salah biar hukum yang membuktikan, tapi tanggung jawab kepada publik tidak bisa ditunda,” lanjutnya.

Menurutnya, sikap seperti ini adalah bentuk kepemimpinan sejati yang mulai tergerus oleh praktik politik pragmatis. Ia bahkan menyebut karakter ksatria seperti ini hampir tidak lagi menjadi arus utama di kalangan elite.

“Ini tipe pemimpin yang semakin jarang kita temui. Berani bertanggung jawab tanpa harus dipaksa. Ini bukan soal tekanan, ini soal integritas,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar publik tidak terjebak dalam narasi yang justru mengaburkan substansi kasus. Ia menegaskan, pengunduran diri bukan akhir, melainkan awal dari proses hukum yang harus dikawal secara serius.

“Jangan dibelokkan. Jangan dipelintir seolah ini drama atau manuver. Ini bentuk tanggung jawab. Tapi proses hukum tetap harus berjalan dan kita kawal bersama,” tegasnya.

Lebih jauh, pihaknya juga menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah cepat dan terbuka yang dilakukan oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI. Ia menilai respons tersebut sebagai bukti bahwa TNI tidak mentolerir pelanggaran dan serius menjaga kredibilitas institusi.

“Langkah tegas Puspom TNI menunjukkan bahwa tidak ada ruang untuk kompromi. Ini wajah transparansi di era demokrasi. Ini harus kita dukung, bukan dicurigai tanpa dasar,” ujarnya.

Tak lupa, dia mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai titik balik dalam membangun budaya tanggung jawab di ruang publik.

“Kalau semua pejabat punya keberanian seperti ini, bangsa ini tidak akan terus disandera oleh krisis kepercayaan. Ini contoh nyata. Tinggal mau ditiru atau tidak,” pungkasnya.
 sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: