Rudal Iran Hantam Kompleks Industri Kimia Israel
BeritaNasional.com - Ketegangan di Timur Tengah kian memuncak setelah serangan rudal yang diluncurkan Iran dilaporkan menghantam sebuah pabrik di zona industri kimia Israel selatan pada Minggu (29/3/2026) waktu setempat.
Insiden ini memicu kebakaran besar di kawasan yang menjadi pusat pengolahan bahan berbahaya tersebut. Kepulan asap hitam pekat yang membubung tinggi di langit Neot Hovav, Israel.
Kawasan ini dikenal sebagai zona industri vital bagi Israel yang difokuskan untuk produksi bahan kimia serta pengelolaan limbah berisiko tinggi.
Merespons situasi darurat ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Israel segera menerjunkan unit spesialis ke lokasi.
Petugas tengah berupaya memadamkan api sekaligus melakukan penilaian terhadap potensi bahaya lingkungan yang ditimbulkan.
Di saat yang sama, Komando Pertahanan Dalam Negeri telah mengeluarkan peringatan resmi kepada warga yang tinggal di sekitar kawasan industri.
Pihak berwenang mengkhawatirkan adanya kebocoran zat kimia berbahaya ke udara akibat kerusakan fasilitas pabrik.
Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi konflik besar yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang pecah sejak 28 Februari lalu. Hingga memasuki hari ke-30 pada Minggu ini, pertempuran sengit masih terus berkecamuk di berbagai lini.
Sejauh ini, upaya diplomasi untuk mencapai gencatan senjata masih menemui jalan buntu. Belum ada tanda-tanda terobosan dari pihak-pihak terkait, sementara situasi keamanan di wilayah tersebut terus memburuk dan mengancam stabilitas kawasan yang lebih luas.
Petugas medis dan tim penyelamat masih bersiaga di sekitar Neot Hovav guna mengantisipasi kemungkinan jatuhnya korban jiwa maupun dampak kesehatan jangka panjang bagi penduduk lokal akibat polusi kimia.
Sumber: Xinhua News
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







