Prajurit RI Jadi Korban Serangan Israel, Komisi I DPR Minta Pasukan di Lebanon Dievaluasi

Oleh: Ahda Bayhaqi
Senin, 30 Maret 2026 | 12:42 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono. (BeritaNasional,/Ahda)
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono. (BeritaNasional,/Ahda)

BeritaNasional.com - Komisi I DPR RI mendorong pemerintah evaluasi penempatan pasukan perdamaian Indonesia menyusul korban jiwa dan luka berat atas serangan rudal Israel di Lebanon. Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono, pemerintah Indonesia perlu menarik pasukan perdamaiannya lantaran saat ini sudah dalam kondisi perang.

"Dan ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan koreksi ataupun juga melihat apakah keberadaan prajurit kita ini benar-benar berfungsi atau tidak karena jelas dengan adanya serangan yang tidak berhenti, yang terus berlanjut, bahkan sampai menewaskan prajurit kita, ini apakah keberadaan kita ini berguna untuk menjaga perdamaian atau justru malah menjadi serangan target daripada serangan daripada IDF," ujar Dave di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026).

"Maka itu bilamana kondisinya ini memang tidak bisa dinyatakan aman, ada baiknya untuk pemerintah melakukan apa namanya penarikan ataupun juga evaluasi terhadap keberadaan prajurit kita di Lebanon," tegasnya.

Dave juga menyinggung Italia yang sudah menyampaikan akan menarik pasukan perdamaian dari Lebanon. Menurutnya, Indonesia perlu mengikuti langkah tersebut.

"Saya juga sempat baca tadi katanya ada salah satu negara Eropa Barat, Italia tepatnya, menyampaikan siap menarik personilnya dari sana. Maka itu apakah kita harus mengambil hal tersebut, nah tentu harus ada pertimbangan dan juga harus ada komunikasi," ujarnya.

Politikus Golkar ini menilai, langkah penarikan pasukan itu dibutuhkan untuk menjaga keselamatan prajurit dari Indonesia.

"Dari PBB sudah menyampaikan belasungkawa dan mengutuk akan serangan tersebut. Nah, ini ini harus dilihat apakah dibutuhkan tindak lanjut dari kita untuk menyampaikan sikap kita demi menjaga keselamatan prajurit kita," kata Dave.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membenarkan adanya korban jiwa dan luka dari petugas perdamaian İndonesia yang bertugas membantu keamanan di Lebanon Selatan, dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026) malam.

Juru Bicara (Jubir) Kemlu RI Yvonne Mewengkang menyampaikan, total ada empat korban dan satu diantaranya gugur saat bertugas sebagai pasukan perdamaian di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

“Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian Indonesia dan tiga personel lainnya terluka,” tutur dia dalam keterangan tertulis, Senin (30/3/2026).

 

 sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: