Tim Hukum Desak Polisi Usut Dalang Pendana Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi

Oleh: Bachtiarudin Alam
Senin, 30 Maret 2026 | 14:45 WIB
Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat diwawancarai. (Beritanasional/Bachtiarudin)
Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat diwawancarai. (Beritanasional/Bachtiarudin)

BeritaNasional.com - Ketua Tim Hukum Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sekaligus Sekjen Peradi Bersatu Ade Darmawan mendesak agar penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap dalang pendana di balik kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi.

Desakan itu disampaikan seiring dengan panggilan pemeriksaan atas surat perintah penghentian penyidikan (SP3) serta kesepakatan restorative justice (RJ) yang diajukan tersangka ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar.

"Panggilan terhadap kami untuk mempertegas isi dari kesepakatan (restorative justice yang diajukan Rismon Sianipar)," kata Ade saat ditemui di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026).

Sementara itu, ada isu pendanaan kasus ijazah yang tersebar di media sosial (medsos). Ade memperingati agar Rismon bisa membantu untuk mengungkap dugaan pendanaan agar bisa diusut terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Saya mendengar ada Charlie Chaplin atau tokoh, saya hanya menyampaikan kepada Saudara Rismon jangan bermain dengan perkara ini, ungkap semuanya, usut segera. Siapa yang mendanai ini harus diproses," ucap Ade.

"Saya melihat dari media sosial, nah ini harus diusut tuntas jangan biarkan isu ini digoreng terus dan dibiarkan menjadi hal biasa lumrah yang sebenarnya satu tindak pidana," paparnya.

Nyatakan Ijazah Jokowi Asli

Sebelumnya, Rismon Hasiholan Sianipar memenuhi undangan dari Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka untuk bertemu di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Kehadiran Rismon langsung menemui Gibran di ruangan. Keduanya melangsungkan pertemuan secara tertutup selama satu jam sejak kedatangan sekitar pukul 09.55 WIB.

Setelah itu, keduanya keluar ruangan. Terlihat Gibran memberikan parsel cukup besar kepada tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tersebut.

Dalam kesempatan itu, Rismon mengaku diundang Gibran secara mendadak usai dirinya menemui Jokowi di kediamannya, Solo, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (13/3/2026) kemarin.

"Kemarin saya mendadak ya, malam baru ada berita kami diundang ke Istana Wapres," ujar Rismon kepada awak media di Istana Wapres,

Rimon yang awalnya lantang berbicara soal hasil penelitiannya terkait ijazah Jokowi yang dinilai palsu pun menarik ucapannya. Dia mengaku ada kekeliruan dari hasil penelitian yang dilakukan selama ini.

Sampai akhirnya, Rismon secara tegas menyatakan bahwa ijazah S-1 milik Jokowi yang dikeluarkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dari Fakultas Kehutanan merupakan asli dan otentik.

"Wartawan memang butuh kalimat sederhana. lya, asli (ijazah Jokowi)," terangnya.

Rismon tak mau mempersoalkan anggapan orang, termasuk para tersangka lain yang menyebut dirinya pengkhianat. Sebab, peneliti tidak boleh berbohong jika menemukan temuan baru.

"Temuan saya yang mungkin dianggap sepele, yang mungkin dianggap saya pengkhianat, saya siap untuk dicaci, dimaki, dijadikan pengkhianat. Yang penting, saya telah menemukan kebenaran itu dengan rekonstruksi, dengan uji coba yang sudah saya lakukan tiga bulan ini," terangnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: