DPR Minta Pemerintah Desak PBB Usut Serangan Israel ke Lebanon yang Tewaskan Pasukan Perdamaian Indonesia

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 31 Maret 2026 | 06:38 WIB
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mendorong pemerintah Indonesia segera merespons insiden tewasnya pasukan perdamaian di Lebanon atas serangan Israel. Hasanuddin mendorong investigasi menyeluruh, transparan, dan independen.

Pemerintah Indonesia melalui perwakilan tetap RI di PBB perlu melayangkan desakan resmi kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekretariat Jenderal PBB untuk mengusut tuntas insiden tersebut.

"Fokus investigasi harus memastikan apakah serangan tersebut merupakan dampak eskalasi konflik yang tidak disengaja atau justru merupakan pelanggaran hukum internasional berupa serangan yang disengaja terhadap personel penjaga perdamaian," ujar Hasanuddin kepada wartawan, dikutip Selasa (31/3/2026).

Indonesia perlu menegaskan penyerangan terhadap atribut dan personel PBB merupakan kejahatan perang yang harus ditindaklanjuti dengan akuntabilitas penuh dari pihak yang bertanggung jawab.

Selain itu, Hasanuddin juga menekankan pentingnya peran aktif Kementerian Luar Negeri dalam mengawal proses investigasi.

"Kemlu harus melakukan monitoring ketat terhadap setiap tahapan penyelidikan oleh UNIFIL, mulai dari pengumpulan bukti di lapangan, analisis data, hingga verifikasi kronologi kejadian. Kemlu juga harus memastikan hak-hak prajurit yang gugur maupun yang terluka terpenuhi, serta terus memberikan tekanan diplomatik agar proses investigasi berjalan tuntas," tegasnya.

Hasanuddin juga mendorong Mabes TNI evakuasi sistem keamanan dan prosedur operasional bagi seluruh personel Kontingen Garuda di wilayah konflik.

"Evaluasi harus mencakup peninjauan posisi pos pantau agar berada dalam zona yang lebih aman, peningkatan perlindungan fisik di pangkalan, serta pengetatan prosedur operasional standar saat terjadi kontak senjata di sekitar area tugas," ujarnya.

Politikus PDIP ini mengatakan, langkah mitigasi ini sangat penting untuk meminimalkan risiko di tengah situasi keamanan yang semakin volatil, tanpa mengurangi komitmen Indonesia dalam menjalankan misi perdamaian dunia.

"Keselamatan prajurit harus menjadi prioritas utama, seiring dengan tetap tegaknya komitmen Indonesia sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian dunia," katanya.

Diketahui, seorang prajurit Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) TNI di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur dalam serangan Israel terhadap Lebanon. 

Bukan hanya itu, beberapa prajurit lainnya mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.

“Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu 1 orang meninggal dunia, 1 dalam kondisi luka berat, dan 2 luka ringan,” kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Senin (30/3/2026).
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: