Pemerintah Perkuat Cadangan Pangan Hadapi Potensi El Nino Tahun Ini

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 04 April 2026 | 04:01 WIB
Suasana jual beli bahan pangan di pasar Agung Depok. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Suasana jual beli bahan pangan di pasar Agung Depok. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com -  Pemerintah menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi El Nino tahun ini dengan memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), terutama menjelang musim kemarau mendatang. Langkah tersebut dilakukan menyusul proyeksi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menyebut El Nino berpotensi melanda Indonesia, khususnya wilayah selatan garis ekuator, mulai awal Mei 2026.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa mengatakan, pemerintah telah meningkatkan kewaspadaan sejak awal setelah menerima informasi potensi El Nino.

"Kami sesuai arahan Bapak Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, mitigasi pertamanya, artinya kami begitu mendengar ada fenomena El Nino yang akan terjadi, tentu kita sudah menyiapkan kewaspadaan. Penguatan cadangan pangan menjadi ujung tombak kita," ungkap Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2026).

BRIN memprediksi wilayah yang berpotensi terdampak El Nino meliputi Lampung, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga Nusa Tenggara Timur.

Meski demikian, Bapanas memastikan penguatan stok CPP terus dilakukan seiring upaya Kementerian Pertanian menjaga produksi pangan dalam negeri. Salah satu langkah yang ditempuh adalah meningkatkan penyerapan gabah melalui Perum Bulog untuk diolah menjadi beras sebagai penguatan stok pemerintah.

"Kami berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, tentu di sisi produksi harus diperkuat. Kemudian penyerapan oleh Bulog dalam rangka penguatan CPP menjadi titik krusial yang harus kita lakukan. Bapanas sudah menugaskan Bulog untuk melakukan penyerapan gabah yang akan diolah menjadi beras, sebagai penguatan CPP," ujar Ketut.

Selain beras, pemerintah juga memperkuat stok CPP untuk komoditas lain, seperti jagung pakan dan minyak goreng. Upaya itu diharapkan dapat menopang ketersediaan pangan apabila kekeringan berdampak pada penurunan produksi.

"Dengan adanya penguatan CPP, diharapkan ke depannya tatkala terjadi kekeringan dan lain sebagainya, yang berdampak pada produksi misalkan, nah tentu ini akan bisa menopang ketersediaan pangan yang dimiliki oleh pemerintah. Itu yang kita lakukan dalam rangka mitigasi awal," ucap Deputi Ketut.

Berdasarkan catatan Bapanas per 2 April 2026, stok CPP untuk beras mencapai 4,4 juta ton. Sementara stok jagung pakan tercatat 168 ribu ton, minyak goreng 121 ribu kiloliter, gula pasir 49 ribu ton, daging sapi 8 ribu ton, daging kerbau 3 ribu ton, serta daging ayam dan telur ayam masing-masing 39 ton dan 17 ton.

Untuk penyaluran, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras 2026 yang dimulai sejak awal Maret telah terealisasi 70 ribu ton hingga awal April. Sementara bantuan pangan telah menyalurkan 21,3 juta kilogram beras dan 4,2 juta liter minyak goreng.

Di sisi lain, Bapanas bersama Kementerian Pertanian juga tengah menyiapkan program SPHP jagung pakan pada April ini dengan target penyaluran mencapai 242 ribu ton.

Dalam forum yang sama, Peneliti Ahli Utama Klimatologi BRIN Erma Yulihastin mengingatkan bahwa prediksi El Nino tahun ini akan terus diperbarui setiap pekan dan memerlukan langkah antisipasi sejak dini.

"Ini kan weekly update, terus-menerus di update setiap pekan oleh badan-badan meteorologi di berbagai negara maju. Ini bahasa ilmiahnya adalah Super El Nino, yaitu El Nino yang memiliki kekuatan super, dimulai dari bulan Mei. Artinya ini sudah, saya kira sudah 2 kali lipat, efek dari panas ditambah kering," ungkap dia.

Ia menekankan wilayah seperti Lampung, Jawa, Bali, Lombok, serta Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur perlu menjadi perhatian utama dalam mitigasi dampak El Nino.

"Oleh karena itu, hal-hal seperti ini harus kita antisipasi dan mitigasi, saya kira itu yang harus diantisipasi dari Lampung, kemudian Jawa, Nusa Tenggara, Barat, Timur, Bali, Lombok, dan seterusnya," tambah Profesor Erma.

Sementara itu, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat Menteri Pertanian menegaskan pemerintah telah mempercepat langkah mitigasi, baik dari sisi produksi pangan maupun penguatan stok CPP.

“Bahwasanya ada El Nino, Ini perlu kita melakukan langkah-langkah strategis dan percepatan. Sekarang ini capaian kita, stok CBP kita hari ini 4,4 juta ton, insya Allah bulan ini bisa mencapai 5 juta ton. Jadi persiapan kita jauh lebih baik dibanding sebelumnya,” kata Amran.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: