Pertanian Berbasis AI di Danau Toba Digenjot, Pemerintah Perkuat Ekosistem Terintegrasi

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 05 April 2026 | 04:01 WIB
Pertanian Berbasis AI di Danau Toba Digenjot. (Foto/Kemenhut)
Pertanian Berbasis AI di Danau Toba Digenjot. (Foto/Kemenhut)

BeritaNasional.com - Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki mewakili Menteri Kehutanan menghadiri rapat pembahasan pengembangan pertanian berbasis Artificial Intelligence (AI) di kawasan Danau Toba. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dewan Ekonomi Nasional dan berlangsung di Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2), Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Rapat yang dipimpin Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menekankan pentingnya integrasi seluruh ekosistem, mulai dari lahan, teknologi, sumber daya manusia, hingga kemitraan global. Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat transformasi pertanian berbasis teknologi di kawasan strategis.

Dalam pembahasan tersebut, turut dibahas pengembangan komoditas strategis seperti bawang putih, serta penguatan sistem pertanian berbasis data melalui pemanfaatan AI. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas pangan.

Pemanfaatan AI juga didorong dalam sistem pengumpulan dan analisis data pertanian secara real-time. Hal ini bertujuan mendukung pengambilan kebijakan yang lebih akurat dan responsif terhadap dinamika di lapangan.

Pada kesempatan itu, Rohmat menegaskan komitmen kementeriannya dalam mendukung pengembangan pertanian yang selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

“Kedepan kami dari Kementerian Kehutanan siap untuk mendukung dan siap untuk berkolaborasi untuk kita pulihkan ekosistem tetapi juga kita bisa mewujudkan swasembada pangan," dalam keterangannya, Minggu (5/4/2026).

Sebagai langkah konkret, optimalisasi pemanfaatan lahan juga menjadi perhatian, khususnya pada area yang tidak berhutan. Melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga serta dukungan teknologi, pemerintah mendorong pengembangan kawasan Danau Toba sebagai model pertanian modern yang terintegrasi, produktif, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

“Lahan yang masih terbuka, tidak berhutan itu kemudian bisa dioptimalkan sebagai sumber benih, hilirisasi pertanian, dan konsep agroforestri yang menjadi salah satu program prioritas kami di Kementerian Kehutanan," tukas dia.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: