Israel Center di Belanda Meledak, Polisi Gerak Cepat Lakukan Penyelidikan
BeritaNasional.com - Ledakan dilaporkan menghantam gedung Israel Center di Kota Nijkerk, Provinsi Gelderland, Belanda, pada Jumat (3/4/2026) malam waktu setempat. Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, pihak berwenang mengonfirmasi tidak ada laporan korban luka dalam insiden tersebut.
Kepolisian Gelderland melalui pernyataan resmi di media sosial menyampaikan kerusakan material yang dialami gedung tersebut tergolong terbatas. Hingga Sabtu (4/4/2026) pagi, area di sekitar lokasi masih dalam pengawasan petugas guna kepentingan penyelidikan.
Dilansir dari laporan lembaga penyiaran publik regional, Omroep Gelderland, titik ledakan terjadi tepat di gerbang utama Pusat Israel. Fasilitas ini dikelola oleh Yayasan Kristen untuk Israel (Christians for Israel).
Dalam laman resminya, organisasi tersebut mendeskripsikan diri mereka sebagai "tempat pertemuan bagi umat Kristen yang memiliki kepedulian mendalam terhadap Israel."
Pihak yayasan belum memberikan komentar lebih lanjut terkait motif di balik serangan yang menyasar markas mereka.
Penyelidikan Polisi dan Eskalasi Keamanan
Pihak kepolisian telah meluncurkan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap pelaku di balik ledakan tersebut. Petugas juga mengimbau kepada masyarakat atau saksi mata yang memiliki informasi, rekaman CCTV, maupun bukti lainnya untuk segera melapor.
"Kami telah memulai investigasi dan mendesak siapa pun yang memiliki informasi terkait insiden ini untuk segera menghubungi polisi," tulis pernyataan Kepolisian Gelderland.
Insiden ini menambah panjang daftar teror yang menargetkan situs-situs Yahudi maupun organisasi yang berafiliasi dengan Israel di Belanda.
Berbagai laporan menyebutkan adanya peningkatan gangguan keamanan terhadap fasilitas serupa sejak pecahnya konflik perang dengan Iran di Timur Tengah.
Sumber: Xinhua News
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







