Mentan Pastikan Stok Beras Aman sampai 11 Bulan di Tengah Konflik Timur Tengah dan Perubahan Iklim
BeritaNasional.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras aman di tengah kondisi krisis pangan akibat konflik Timur Tengah dan perubahan iklim. Menurut Amran, stok beras nasional masih aman untuk 10-11 bulan.
"Kondisi stok beras nasional Indonesia dipastikan aman untuk 10 sampai 11 bulan ke depan. Di sisi lain, El Nino diperkirakan 6 bulan. Jadi, insyaallah pangan kami aman," ujar Amran saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Pasokan bahan pangan seperti cabai, telur ayam, sampai gula pasir juga dipastikan aman. Meski rantai pasok global terganggu akibat gejolak global.
"Meski konflik di Timur Tengah mulai mengganggu rantai pasok global, pasokan bahan pangan utamanya seperti bawang merah, bawang putih, cabai, telur ayam, dan gula pasir cukup," jelas Amran.
Pemerintah telah meminta kepada seluruh kepala daerah melakukan pemetaan sebagai langkah antisipasi untuk menghadapi perubahan iklim.
"Kementerian Pertanian menginstruksikan kepada seluruh gubernur dan bupati se-Indonesia agar melakukan mapping wilayah langganan kekeringan dan early warning system," ujar Amran.
"Optimalisasi pengelolaan air irigasi dan melalui rehabilitasi irigasi, embung, sumur air dangkal dan sumur air dalam, serta memanfaatkan pompanisasi perpipaan, irigasi perpompaan, melakukan percepatan tanam dengan varietas tahan kekeringan. Mengatur pola tanam, koordinasi, dan sinergi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan," jelasnya.
Kementerian Pertanian (Kementan) juga telah menyiapkan berbagai alat guna menunjang langkah untuk antisipasi perubahan iklim.
"Kementerian Pertanian telah menyiagakan alat dan mesin pertanian berupa pompa air, traktor, hand sprayer, transplanter, dan lain-lain sebanyak 171 ribu unit tahun 2024–2025. Target 2026, 37.000 unit," ujar Amran.
"Distribusi infrastruktur air irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, bangun konservasi, rehab jaringan irigasi tersier, dan pompa air sebanyak 94.000 unit, 2024–2025," tandasnya.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







