AS dan Iran Sepakati Gencatan Senjata Selama 2 Pekan, Pakistan Jadi Mediator

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 08 April 2026 | 09:55 WIB
Konflik AS dan Iran. (BeritaNasional/Gemini AI-Kiswondari)
Konflik AS dan Iran. (BeritaNasional/Gemini AI-Kiswondari)

BeritaNasional.com - Ketegangan hebat yang sempat mengancam stabilitas global akhirnya menemui titik terang. Kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu militer berakhir, Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama dua minggu. 

Keputusan krusial ini diikuti dengan rencana perundingan tingkat tinggi yang akan digelar di Islamabad, Pakistan.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan langsung penangguhan serangan tersebut melalui media sosialnya pada Selasa (7/4/2026) malam waktu setempat. Ia menyatakan telah setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu.

Syarat Pembukaan Selat Hormuz

Gencatan senjata ini tidak datang tanpa syarat. Trump menegaskan bahwa keputusan tersebut "tergantung pada" kesediaan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz secara penuh dan aman bagi lalu lintas internasional. 

Langkah ini diambil sesaat sebelum ancaman keras Trump untuk menghancurkan infrastruktur Iran mencapai batas waktunya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, memberikan lampu hijau. 

Ia memastikan Teheran akan menghentikan seluruh operasi pertahanan selama serangan dari pihak lawan juga berhenti. 

Araghchi juga menjanjikan jalur aman di Selat Hormuz di bawah koordinasi angkatan bersenjata Iran selama masa jeda dua minggu ini.

Pakistan sebagai Penengah

Keberhasilan diplomasi ini tidak lepas dari peran Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator. Melalui unggahan di platform X, Sharif mengonfirmasi kabar baik tersebut pada Rabu pagi.

"Dengan senang hati saya mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama dengan sekutu mereka, telah menyetujui gencatan senjata segera di mana pun termasuk Lebanon dan tempat lain, berlaku segera," tulis Sharif.

Proposal 10 Poin 

Presiden Trump mengungkapkan alasan di balik pelunakan sikap AS adalah tercapainya target-target militer utama. Ia juga mengakui telah menerima proposal 10 poin dari Teheran yang ia sebut sebagai "dasar yang layak untuk bernegosiasi."

Berdasarkan laporan kantor berita Mehr News Agency, poin-poin dalam proposal tersebut mencakup komitmen AS untuk menghentikan segala bentuk agresi, pengakuan atas kendali Iran terhadap Selat Hormuz, penerimaan hak pengayaan nuklir Iran, dan pencabutan sanksi ekonomi secara bertahap.

Meski demikian, Menlu Araghchi mengingatkan bahwa gencatan senjata sementara ini bukan berarti perang telah berakhir sepenuhnya. Nasib perdamaian jangka panjang akan sangat bergantung pada rincian negosiasi yang dimulai Jumat besok.

Kabar gencatan senjata ini langsung memberikan napas lega bagi ekonomi dunia. Harga minyak global dilaporkan anjlok hingga 15 persen sesaat setelah pengumuman tersebut, meredakan kekhawatiran para pelaku pasar akan krisis energi yang lebih dalam di kawasan Timur Tengah.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: