Transfer Lewandowski-Goretzka Bisa Berantakan jika AC Milan Gagal Lolos Liga Champions
BeritaNasional.com - AC Milan kini berada di persimpangan jalan. Strategi transfer Rossoneri untuk musim depan dikabarkan sangat bergantung pada keberhasilan mengamankan tiket Liga Champions.
Performa AC Milan belakangan ini tengah goyah setelah menelan dua kekalahan dari lima laga terakhir.
Alhasil, keunggulan mereka atas penghuni peringkat kelima kini terpangkas menjadi enam poin.
Dilansir laporan Gazzetta dello Sport, lolos ke Liga Champions akan memberikan suntikan dana segar €60 juta hingga €70 juta (sekitar Rp1 triliun). Namun, dampaknya jauh lebih dalam dari sekadar angka di laporan keuangan.
Jika gagal menembus empat besar, Milan terancam kehilangan pilar utamanya. Bintang asal Amerika Serikat, Christian Pulisic, dikabarkan kemungkinan besar akan meninggalkan San Siro.
Tak hanya Pulisic, masa depan gelandang veteran Luka Modric yang kontraknya habis akhir musim ini pun menjadi sangat tidak pasti jika Milan absen dari kompetisi elite Eropa.
Sulit Gaet Lewandowski dan Goretzka
Absen di Liga Champions juga akan membuat Milan kehilangan daya tarik bagi pemain incaran. Nama-nama besar seperti Robert Lewandowski (Barcelona) dan Leon Goretzka (Bayern Munchen) yang santer dikaitkan dengan Rossoneri, disebut-sebut hanya mau bergabung jika klub bermain di Liga Champions.
Manajemen Milan sebenarnya telah memprioritaskan pembelian penyerang tengah dan bek tengah baru untuk musim 2026-2027.
Namun, anggaran dan daya tawar untuk posisi tersebut sangat bergantung pada kepastian posisi mereka di klasemen akhir.
Jika skenario terburuk terjadi dan Milan hanya bermain di Liga Europa, manajemen harus memutar otak untuk menambah kedalaman skuad tanpa mengganggu keseimbangan neraca keuangan.
Apabila tidak ada pemain bintang yang dijual dengan harga selangit, Milan kemungkinan besar terpaksa melepas talenta muda hasil didikan akademi mereka, Davide Bartesaghi.
Penjualan bek muda ini dianggap sebagai cara paling instan untuk memberikan keuntungan modal (capital gain) yang substansial bagi klub demi menyeimbangkan buku kas.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu






