PM Pakistan Shehbaz Sharif Temui Wapres AS dan Delegasi Iran di Islamabad

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 11 April 2026 | 18:00 WIB
Wapres AS JD Vance (kiri) bersalaman dengan PM Pakistan Shehbaz Shari. (Foto/Instagram Shehbaz Sharif)
Wapres AS JD Vance (kiri) bersalaman dengan PM Pakistan Shehbaz Shari. (Foto/Instagram Shehbaz Sharif)

BeritaNasional.com - Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif melakukan langkah diplomasi pada Sabtu (11/4/2026) dengan menemui perwakilan dari Amerika Serikat (AS) dan Iran secara terpisah. Pertemuan ini bertujuan untuk mendinginkan tensi ketegangan yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah.

Dikutip dari Xinhua News pada Sabtu (11/4/2026), Kantor Perdana Menteri Pakistan melaporkan bahwa PM Sharif pertama-tama menerima kunjungan Wakil Presiden AS JD Vance yang tiba di Islamabad pada hari yang sama.

Kedatangan Vance ke Pakistan secara khusus ditujukan untuk melakukan pembicaraan intensif guna mengakhiri permusuhan yang belakangan ini meningkat di wilayah Arab.

Dalam pertemuan tersebut, PM Sharif memberikan apresiasi tinggi atas kesediaan Amerika Serikat dan Iran untuk duduk bersama dan terlibat dalam diskusi yang konstruktif. Ia berharap momentum ini menjadi awal yang baik bagi stabilitas kawasan.

"Kami berharap pembicaraan ini dapat menjadi batu loncatan menuju perdamaian yang abadi di kawasan tersebut," ujar Sharif dalam pernyataan resminya.

Pakistan Siap Jadi Fasilitator

Tak hanya menemui pihak AS, pada hari yang sama, PM Sharif juga mengadakan pertemuan dengan delegasi dari Iran yang telah tiba lebih awal. Langkah ini mempertegas posisi Pakistan sebagai penengah di tengah konflik dua negara tersebut.

Sharif menegaskan kembali komitmen Pakistan untuk terus berperan aktif sebagai fasilitator bagi kedua belah pihak. Pemerintah Pakistan berjanji akan memberikan dukungan penuh agar proses negosiasi ini membuahkan kemajuan nyata demi tercapainya perdamaian berkelanjutan di Timur Tengah.

Pertemuan maraton ini diharapkan mampu menghasilkan formula gencatan senjata atau kesepakatan awal untuk mencegah konflik yang lebih luas di kancah internasional.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: