Wamenlu: Presiden Prabowo Selalu Siap Jadi Mediator Konflik AS dan Iran
BeritaNasional.com - Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir menuturkan, Presiden Prabowo Subianto selalu siap menjadi mediator antara Amerika Serikat dan Iran, menyusul kembali memanasnya konflik antara AS dan Iran.
Presiden Prabowo selalu siap menjadi penengah agar konflik AS dan Iran bisa segera diselesaikan.
"Tawaran itu selalu ada, dan tentunya ini kan membutuhkan kesepakatan dari semua pihak, dan ini adalah niat baik dari Bapak Presiden Prabowo di mana beliau selalu mengatakan siap untuk menjadi good offices ya dalam mendukung penyelesaian dari konflik ini," kata Arrmanatha di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Indonesia terus mendorong agar konflik AS dan Iran bisa berakhir di meja perundingan. Menurut Arrmanatha, jika konflik terus berjalan akan merugikan tidak hanya negara yang berkonflik, tetapi juga seluruh dunia.
"Terkait dengan situasi di antara Iran dan Amerika Serikat ya di Selat Hormuz. Kita tentunya ingin terus mendorong agar para pihak segera kembali ke meja perundingan, kembali melakukan gencatan senjata. Karena bila perang ini berlanjut, tidak saja berdampak negatif dan merugikan masyarakat di negara-negara yang sedang berkonflik, baik itu di Amerika maupun di Iran, tapi juga di negara-negara di seluruh dunia termasuk di Indonesia," ujarnya.
Maka itu, Indonesia menyayangkan konflik bersenjata AS dan Iran terus terjadi. Indonesia menyerukan agar kembali dilakukan gencatan senjata.
"Oleh karena itu kita sebenarnya menyayangkan bahwa kembali terjadi kontak senjata ya antara para pihak yang berkonflik dan kita kembali lagi menyerukan agar segera kembali melakukan gencatan senjata dan melakukan perundingan," katanya.
Sebelumnya, konflik bersenjata antara tentara Iran dan Amerika Serikat (AS) pecah pada Kamis (11/6) dini hari waktu setempat di perairan Teluk Persia dan Teluk Oman.
Akibat hal ini, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando militer utama Iran, mengumumkan Selat Hormuz ditutup total.
Sejumlah kapal AS yang berada di dekat Selat Hormuz menjadi sasaran serangan rudal dan drone yang diluncurkan oleh angkatan bersenjata Iran.
Sementara itu, bunyi dentuman dilaporkan terdengar di wilayah Sirik dan Minab serta kota pelabuhan Bandar Abbas, seluruhnya berada di Provinsi Hormozgan. Ledakan juga terdengar di Pulau Qeshm dan Hengam.
Sistem pertahanan udara Iran juga diaktifkan di wilayah barat Ibu Kota Teheran dan di Provinsi Fars di Iran selatan. Hal ini berdasarkan laporan media Iran, Mehr.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menyatakan Selat Hormuz ditutup bagi seluruh jenis kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal niaga. Penutupan tersebut dilakukan akibat adanya ancaman keamanan yang nyata di Selat Hormuz.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu







