Harga BBM Tak Naik, Bahlil Pastikan Stok Energi Nasional Aman

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 12 April 2026 | 02:01 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai Ratas di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto/BPMI Setpres)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai Ratas di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto/BPMI Setpres)

BeritaNasional.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG subsidi di tengah krisis geopolitik di Timur Tengah.

"Pemerintah berupaya agar harga BBM dan LPG subsidi di Indonesia tidak mengalami kenaikan dan kami terus mencari jalan keluar," kata Bahlil dikutoip dari Antara, Minggu (12/42026).

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan Indonesia mencapai swasembada energi dan pangan. Dalam hal ini, Kementerian ESDM mendapat tugas untuk mendorong pencapaian target tersebut.

Bahlil menyebutkan, pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk menekan ketergantungan impor, termasuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam dalam negeri.

"Kita akan berdayakan sumber daya alam yang kita punya, sehingga swasembada energi bisa tercapai," katanya.

Ia juga memastikan kondisi stok energi nasional masih dalam keadaan aman. Ketersediaan BBM diperkirakan mencukupi hingga 20 hari ke depan, sementara stok LPG aman untuk sekitar 10 hari ke depan, setelah melewati masa krisis dengan suplai yang terjaga.

Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dengan tidak menaikkan harga BBM subsidi maupun LPG 3 kilogram.

Di sisi lain, kebutuhan BBM nasional pada periode 2024-2026 mencapai sekitar 1,5 hingga 1,6 juta barel per hari. Konsumsi tersebut didominasi oleh bensin sekitar 100 ribu kiloliter per hari dan solar sekitar 111 ribu kiloliter per hari pada 2026.

Sementara itu, produksi domestik BBM masih berada di kisaran 600 ribu barel per hari, sehingga Indonesia masih harus mengandalkan impor untuk menutup kekurangan pasokan.

Bahlil menambahkan, lebih dari 59 persen kebutuhan BBM nasional saat ini dipenuhi dari impor, yang sebagian besar berasal dari Singapura dan Malaysia.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: