Negosiasi Nuklir Iran Buntu, Aktivitas Tanker di Hormuz Tetap Jalan

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 14 April 2026 | 18:46 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Foto/X@drpezeshkian)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Foto/X@drpezeshkian)

BeritaNasional.com - Arah kebijakan United States terhadap program nuklir Iran menunjukkan perubahan yang cukup signifikan.

Dalam perkembangan terbaru, seperti dikutip dari aljazeera, selasa (14/4/2026), Washington disebut semakin sejalan dengan Israel terkait tuntutan penghentian pengayaan uranium.

Laporan yang beredar menyebutkan Iran menolak proposal penghentian pengayaan uranium selama 20 tahun dan justru menawarkan kompromi lima tahun.

Bagi sejumlah analis, durasi tersebut dinilai terlalu singkat dan berpotensi memberi ruang bagi Teheran untuk kembali mengembangkan programnya dalam waktu relatif cepat.

Seorang pengamat menilai, sikap terbaru Amerika Serikat yang menginginkan penghentian penuh pengayaan uranium merupakan langkah yang tidak biasa. Selama ini, Washington tidak secara konsisten mendorong kebijakan “zero enrichment” seperti yang selama ini menjadi posisi Israel.

Perubahan sikap ini disebut tidak lepas dari faktor politik domestik, terutama menjelang pemilu di AS. Pemerintah disebut membutuhkan kesepakatan yang bisa dipresentasikan sebagai kemenangan tegas di hadapan publik.

Di tengah ketegangan tersebut, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih berlangsung. Data pelayaran terbaru menunjukkan sebuah kapal tanker terkait Iran kembali memasuki kawasan Teluk.

Kapal berbendera Panama bernama Peace Gulf dilaporkan menuju pelabuhan Hamriyah di Uni Emirat Arab. Sebelumnya, dua kapal tanker lain yang juga masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat telah lebih dulu melintasi jalur tersebut.

Menariknya, kapal-kapal tersebut tidak menuju pelabuhan Iran, sehingga tidak terdampak langsung oleh kebijakan blokade yang diterapkan AS.

Selain itu, tanker Murlikishan juga dilaporkan tengah bergerak menuju Irak untuk memuat bahan bakar minyak dalam waktu dekat. Kapal ini sebelumnya diketahui pernah mengangkut minyak dari Rusia dan Iran.

Sementara itu, kapal Rich Starry tercatat sebagai salah satu tanker pertama yang berhasil melewati Selat Hormuz dan keluar dari kawasan Teluk sejak kebijakan pembatasan diberlakukan.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: