Kapolda Kepri Perintahkan Polisi Terduga Penganiayaan Bripda Natanael Diproses Etik hingga Pidana
BeritaNasional.com - Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Irjen Pol Asep Safrudin menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya salah seorang personel Bintara Remaja Polda Kepri Bripda Natanael Simanungkalit akibat diduga jadi korban kekerasan sesama anggota.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (14/4/2026) pukul 01.00 WIB di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.
“Pertama-tama, kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” kata Asep dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (15/4/2026)
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Asep telah memerintahkan Kabid Propam Polda Kepri Kombes Pol Eddwi Kurniyanto untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.
“Saat ini, satu orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lain turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut karena berada di lokasi kejadian,” ujarnya.
Selain penanganan kode etik oleh Bid Propam, Asep juga memerintahkan kasus ini diusut proses pidana yang tengah ditangani Ditreskrimum Polda Kepri. Hal ini sebagai komitmen institusi yang tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum anggotanya.
“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi dalam penanganan kasus ini,” tegasnya.
Jadi, untuk memastikan penyebab kematian secara objektif, polisi turut melibatkan dokter forensik dari Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia dan tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) RSCM dalam proses autopsi.
“Guna memperoleh hasil pemeriksaan yang ilmiah, komprehensif, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai bentuk keterbukaan kepada publik,” tuturnya.
Sementara itu, jenazah Bripda Natanael Simanungkalit telah diserahkan dari rumah sakit kepada keluarga untuk proses pemakaman dengan pendampingan penuh dari Polda Kepri.
“Atas nama pribadi dan institusi, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat atas kejadian ini. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tandas jenderal bintang dua Polri tersebut.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







