Mohamed Salah Terancam Gagal Dapat “Gaji Fantastis” di Liga Arab Saudi, Ini Penyebabnya

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 16 April 2026 | 23:04 WIB
Bomber Liverpool Mohamed Salah. (Foto/Liverpoolfc.com)
Bomber Liverpool Mohamed Salah. (Foto/Liverpoolfc.com)

BeritaNasional.com - Masa depan Mohamed Salah kembali menjadi sorotan setelah muncul kabar bahwa langkah berikutnya dalam kariernya bisa dipengaruhi perubahan strategi belanja besar-besaran di Liga Pro Saudi.

Laporan menyebut, jika Saudi Pro League benar-benar menerapkan pola pengeluaran yang lebih hemat pada bursa transfer musim panas ini, maka potensi kepindahan sang bintang Liverpool bisa ikut terdampak secara finansial.

Salah sendiri sudah lebih dulu mengonfirmasi bahwa ia akan meninggalkan Liverpool setelah kontraknya berakhir di penghujung musim. Keputusan tersebut menutup perjalanan panjang selama sembilan tahun di Anfield, di mana ia berkembang menjadi salah satu legenda klub.

Penyerang asal Mesir itu kini tercatat sebagai pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang sejarah Liverpool dengan 256 gol dari 438 penampilan di semua kompetisi.

Meski begitu, performanya di Premier League musim 2025-26 ini sedikit menurun, dengan hanya enam gol dari 23 pertandingan.

Ia masih berambisi mengakhiri musim dengan catatan positif, termasuk membantu Liverpool mengamankan tiket Liga Champions sebelum menentukan klub barunya.

Masa depan Salah dan ketertarikan Liga Arab Saudi

Nama Mohamed Salah sudah lama dikaitkan dengan kepindahan ke Arab Saudi. Bahkan pada 2023 lalu, Liverpool sempat menolak tawaran besar senilai sekitar £150 juta dari Al-Ittihad untuk sang pemain.

Kini, statusnya yang akan bebas transfer justru membuat peluang pindah ke Timur Tengah kembali terbuka. Namun, situasinya disebut tidak lagi semewah beberapa tahun lalu.

Menurut laporan jurnalis Sky Sports News, Kaveh Solhekol, ketegangan dan kondisi ekonomi global di kawasan Timur Tengah membuat Saudi mulai meninjau ulang strategi investasi mereka di dunia sepak bola.

Ia menyebut bahwa fase awal proyek Saudi Pro League ditandai dengan belanja besar untuk mendatangkan bintang dunia, termasuk kontrak fantastis seperti yang diterima Cristiano Ronaldo. Namun, kini ada kecenderungan perubahan arah ke kebijakan yang lebih hati-hati dan terukur.

Kondisi tersebut tentu berdampak pada potensi gaji pemain seperti Salah. Meski minat klub-klub Saudi masih tinggi, nilai kontrak yang ditawarkan kemungkinan tidak lagi sebesar jika kepindahan itu terjadi beberapa tahun lalu.

Salah yang akan berusia 34 tahun pada Juni mendatang masih memiliki sejumlah opsi, meski pilihannya di level Eropa cukup terbatas karena faktor gaji yang tinggi.

Paris Saint-Germain disebut sebagai salah satu klub yang secara finansial masih memungkinkan untuk mendatangkannya, terutama karena dukungan kekuatan ekonomi di belakang klub.

Sementara itu, klub seperti Real Madrid dan FC Barcelona dinilai sudah memiliki komposisi pemain sayap yang cukup penuh, sehingga peluang ke Spanyol relatif kecil.

Kembali ke Premier League atau Serie A juga dianggap kurang realistis pada tahap kariernya saat ini, mengingat struktur gaji dan kebutuhan tim.

Alternatif lain yang masih terbuka adalah Major League Soccer (MLS) di Amerika Serikat. Meski secara finansial tidak sekuat Arab Saudi, liga tersebut tetap bisa menawarkan paket kontrak yang menarik bagi pemain berprofil besar seperti Salah.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: