Panglima TNI Sampaikan Prajurit UNIFIL di Lebanon Kembali ke Indonesia pada Mei

Oleh: Bachtiarudin Alam
Jumat, 17 April 2026 | 07:56 WIB
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan prajurit yang saat ini bertugas sebagai pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) akan segera pulang ke Indonesia.

Sebab, masa tugas Satuan Tugas (Satgas) XXIII-S/UNIFIL akan habis Mei 2026. Lalu, mereka digantikan dengan prajurit TNI dalam Satgas XXIII-T/UNIFIL yang telah diberikan pembekalan sebelumnya.

“Mei memang sudah habis (masa tugas Satgas XXIII-S/UNIFIL),” ujar Agus kepada wartawan yang dikutip pada Jumat (17/4/2026).

Agus menyampaikan kepulangan prajurit TNI yang saat ini bertugas di Lebanon juga termasuk mereka yang sempat menjalani perawatan medis akibat insiden serangan beberapa waktu lalu.

Perlu diketahui, sampai saat ini, ada delapan prajurit TNI yang menjadi korban luka dari serangan di Lebanon. Serangan itu berlangsung dalam tiga peristiwa dengan tiga korban jiwa.

“Eh, ada yang sudah membaik. Alhamdulillah, segera dikembalikan ke Jakarta untuk perawatan. Yang satu orang ya, ini sudah sedang cari tiketnya untuk kembali,” jelasnya.

3 Kali Serangan Timpa Prajurit TNI

Perlu diketahui, serangan ledakan kembali menyasar fasilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di dekat El Adeisse di Lebanon Selatan. 

Dampaknya, tiga prajurit TNI dalam pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menjadi korban.

Ketiga prajurit saat ini mendapatkan perawatan dari tim rumah sakit di Lebanon, Jumat (3/4/2026). 

Dari tiga prajurit, terdapat dua yang mengalami luka berat akibat serangan tersebut.

Serangan kedua terjadi saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) pada Senin (30/3/2026).

Diketahui, CSSU adalah satuan pendukung yang bertugas memberikan dukungan bagi markas komando. 

Dalam insiden itu, mereka sedang melakukan konvoi dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1. 

Serangan itu diketahui memakan empat korban prajurit. Dua di antaranya gugur, yaitu Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Dua prajurit mengalami luka, yakni Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto yang telah dirawat di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon.

Sementara itu, serangan pertama terjadi tidak kurang dari 24 jam dan menimpa empat prajurit, satu di antaranya gugur. Yakni, Praka Farizal Rhomadhon. 

Tiga lainnya mengalami luka, Praka Rico Pramudia luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan pada Minggu (29/3/2026).

Terkini, ketiga prajurit TNI yang telah gugur telah dibawa pulang ke Indonesia, yakni Mayor Anumerta Zulmi Aditya, Serka Anumerta M Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadon yang telah dimakamkan.

Sebelum dimakamkan, dilakukan upacara penghormatan yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran Menteri Kabinet, Kapolri, dan Panglima TNI di Bandara Soekarno Hatta pada Sabtu (4/4/2026).sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: