Soroti Krisis Sepak Bola Italia, Carlo Ancelotti: Kehilangan Tempo dan Lupa Cara Bertahan

Oleh: Tarmizi Hamdi
Sabtu, 18 April 2026 | 06:30 WIB
Pelatih Carlo Ancelotti. (Foto/realmadrid.com)
Pelatih Carlo Ancelotti. (Foto/realmadrid.com)

BeritaNasional.com - Pelatih Carlo Ancelotti melontarkan kritik pedas terhadap kondisi sepak bola Italia saat ini. 

Dilansir dari Football Italia pada Jumat (17/4/2026), pelatih Timnas Brasil ini menilai sepak bola Italia tengah mengalami penurunan identitas yang sangat mengkhawatirkan.

Komentar ini muncul di tengah kenyataan pahit bahwa Timnas Italia gagal melenggang ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. 

Di level klub pun, Serie A tak menyisakan satu pun wakil di babak semifinal kompetisi Eropa musim ini.

Pelatih berjuluk Don Carlo tersebut menyoroti kesenjangan yang mencolok antara kualitas Serie A dengan kompetisi elite seperti Liga Champions.

Menurut dia, masalah utama Italia bukan hanya soal fisik, melainkan kecepatan berpikir di lapangan.

“Perbedaan mendasarnya adalah kecepatannya. Bukan hanya lari fisik, tetapi juga kecepatan mental, keterlibatan yang konstan, serta intensitas yang bukan sekadar kata kosong. Sepak bola Italia telah kehilangan hal itu,” tegas Ancelotti.

Selain masalah kecepatan, Ancelotti menilai Italia telah kehilangan "ruh" permainannya, yaitu pertahanan yang solid. 

Ia berpendapat bahwa obsesi berlebihan terhadap taktik modern justru merusak karakteristik asli sepak bola Italia yang secara historis dikenal sangat kokoh.

“Kita harus memulihkan para pemain bertahan, atau lebih tepatnya mentalitas bertahan yang telah membawa kita sukses di level klub dan tim nasional. Sepak bola bukan hanya tentang mencetak lebih banyak gol daripada lawan, tetapi juga tentang kebobolan lebih sedikit. Itu bukan pernyataan yang sepele,” tambahnya.

Ia juga menyentil gaya bermain Atalanta yang sangat agresif dalam situasi satu lawan satu. 

Meski menarik, gaya tersebut dinilai memiliki risiko pertahanan yang sangat besar, seperti yang terlihat saat mereka menghadapi raksasa Jerman Bayern Munchen.

Faktor ekonomi juga disebut Ancelotti sebagai penyebab merosotnya kualitas liga. 

Minimnya hak siar TV dan investor kuat membuat Serie A tak lagi menjadi tujuan utama pemain kelas dunia. Ia merindukan era di mana nama-nama besar seperti Maradona, Platini, hingga Ronaldo Nazario merumput di Italia dan menjadi guru bagi para pemain muda.

“Para pemain asing besar tidak lagi datang ke Italia. Di Serie A, sudah tidak ada lagi pemain internasional yang luar biasa. Lantas, dari siapa para pemain muda Italia bisa belajar?” ucap Ancelotti.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: