Tarif Transportasi Piala Dunia 2026 di AS Melonjak, Fans Bisa Bayar Jutaan Rupiah

Oleh: Harits Tryan
Sabtu, 18 April 2026 | 11:32 WIB
Trofi Piala Dunia. (Foto/Dok Coca Cola)
Trofi Piala Dunia. (Foto/Dok Coca Cola)

BeritaNasional.com - Lonjakan biaya tak hanya terjadi pada harga tiket pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat, tetapi juga pada transportasi yang harus ditanggung para suporter.

Penggemar yang ingin menuju MetLife Stadium dari New York City diperkirakan harus merogoh kocek hingga sekitar Rp2,4 juta (setara 150 dolar AS) untuk tiket kereta pulang pergi per pertandingan. Angka ini melonjak tajam dibanding tarif normal sekitar Rp206 ribu (12,90 dolar AS) untuk perjalanan sejauh 14 kilometer dari Stasiun Penn Manhattan ke stadion di East Rutherford, New Jersey.

Ketiadaan fasilitas parkir bagi sebagian besar penonton membuat transportasi umum menjadi pilihan utama. Otoritas setempat memperkirakan sekitar 40.000 penonton akan menggunakan layanan ini setiap pertandingan.

Stadion yang menjadi kandang tim NFL New York Giants dan New York Jets itu dijadwalkan menggelar delapan laga Piala Dunia, termasuk partai final pada 19 Juli. Turnamen sendiri akan dimulai 13 Juni, menghadirkan tim-tim besar seperti Brasil, Prancis, Jerman, dan Inggris.

Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill, menyatakan kenaikan tarif dilakukan agar beban biaya penyelenggaraan tidak dibebankan kepada masyarakat dalam jangka panjang. Otoritas NJ Transit menyebut total biaya operasional transportasi selama turnamen mencapai sekitar Rp992 miliar (62 juta dolar AS), sementara bantuan eksternal hanya menutup sekitar Rp224 miliar (14 juta dolar AS).

“Ini bukan kebijakan harga yang tidak wajar. Kami hanya berupaya menutup biaya operasional,” ujar CEO NJ Transit, Kris Kolluri dikutip dari Al-jazeera, Sabtu (18/4/2026).

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Boston. Tiket bus ekspres menuju Gillette Stadium dipatok sekitar Rp1,5 juta (95 dolar AS), sementara tiket kereta pulang pergi dari Boston ke stadion mencapai Rp1,3 juta (80 dolar AS), atau empat kali lipat dari tarif normal.

Berbeda dengan New Jersey dan Boston, sejumlah kota tuan rumah lain seperti Los Angeles dan Philadelphia berkomitmen mempertahankan tarif transportasi tetap normal. Pemerintah federal AS juga telah menggelontorkan dana sekitar Rp1,6 triliun (100 juta dolar AS) untuk mendukung layanan transportasi di kota-kota penyelenggara.

Di Kansas City, layanan antar-jemput ke Arrowhead Stadium hanya dikenakan biaya sekitar Rp240 ribu (15 dolar AS) pulang pergi, bahkan tersedia layanan bus gratis dari bandara ke pusat kota. Sementara Houston tetap mempertahankan tarif murah, mulai dari sekitar Rp20 ribu (1,25 dolar AS) untuk bus dan kereta ringan.

Namun, kebijakan tarif tinggi di New Jersey memicu polemik. Gubernur Sherrill menilai FIFA seharusnya ikut menanggung biaya transportasi. Ia menyebut pihaknya mewarisi kesepakatan yang tidak memberikan kontribusi dana dari FIFA.

FIFA menolak klaim tersebut dan menegaskan bahwa perjanjian dengan kota tuan rumah sejak 2018 mencakup penyediaan transportasi gratis bagi penonton. Organisasi itu juga mengaku telah mendorong pendanaan federal untuk mendukung sistem transportasi.

Kritik juga datang dari Gubernur New York, Kathy Hochul, yang menilai tarif lebih dari Rp1,6 juta untuk perjalanan singkat sebagai hal yang terlalu mahal.

Selain kereta, alternatif lain seperti parkir di kawasan American Dream Mall dekat stadion juga tidak murah, dengan harga mencapai sekitar Rp3,6 juta (225 dolar AS).

Kenaikan biaya transportasi ini menambah beban pengeluaran bagi para penggemar, di tengah tingginya harga tiket pertandingan, sekaligus menjadi sorotan menjelang perhelatan akbar sepak bola dunia tersebut.

Sumber: Al-jazeerasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: