Arsenal vs Man City: Rekor Buruk Arteta, The Gunners Terpuruk di Laga Krusial Premier League
BeritaNasional.com - Kekalahan 1-2 dari Manchester City di Etihad Stadium, Minggu (20/4/2026), menjadi pukulan telak bagi Arsenal dalam perburuan gelar Premier League musim ini. Hasil tersebut juga menandai catatan negatif pertama bagi pelatih Mikel Arteta.
The Gunners sempat memberi harapan lewat gol “aneh” Kai Havertz yang menyamakan skor, setelah tuan rumah unggul lebih dulu melalui Rayan Cherki. Namun kualitas individu kembali jadi pembeda ketika Erling Haaland memastikan kemenangan City.
Hasil ini membuat jarak di papan atas klasemen kini hanya tiga poin. City bahkan masih menyimpan satu laga tunda, yang berpotensi menggeser Arsenal dari puncak jika mampu mengalahkan Burnley.
Tren Negatif Arsenal Kian Nyata
Kekalahan ini memperpanjang tren buruk Arsenal menjadi empat kali kalah beruntun di kompetisi domestik untuk pertama kalinya di era Arteta.
Sebelumnya, mereka tumbang dari Bournemouth di liga, tersingkir dari Southampton di Piala FA, dan kalah dari City di final Piala Liga.
Situasi ini mengingatkan pada musim perpisahan Arsene Wenger (2017/18), terakhir kali Arsenal mencatat empat kekalahan beruntun di ajang domestik.
Secara keseluruhan, Arsenal sudah menelan tujuh kekalahan musim ini, dengan empat di antaranya terjadi hanya dalam enam laga terakhir kontras dengan performa solid di awal musim.
Di Etihad, Arsenal sebenarnya tampil lebih agresif, terutama lewat pressing tinggi di awal laga. Gol penyeimbang lahir dari tekanan tersebut, memanfaatkan kesalahan fatal kiper lawan.
Namun keputusan Arteta menarik keluar Eberechi Eze saat tim masih membutuhkan gol jadi sorotan. Eze dikenal sebagai pemain yang mampu menciptakan peluang dari situasi sulit, bahkan ketika performanya tidak dominan.
Meski faktor kebugaran mungkin jadi pertimbangan, absennya Eze di menit-menit akhir bisa dibilang mengurangi daya gedor Arsenal saat mencoba mengejar ketertinggalan.
Jadwal Berat Menanti
Arsenal kini punya waktu enam hari untuk bangkit sebelum menghadapi Newcastle United. Setelah itu, tantangan lebih besar sudah menanti: semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid.
Dengan tekanan yang semakin besar dan performa yang menurun, Arteta harus segera menemukan solusi jika tak ingin musim Arsenal berakhir tanpa trofi.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu







