Golkar Tuntut Polisi Usut Tuntas Kasus Penikaman Ketua DPC Maluku Tenggara

Oleh: Ahda Bayhaqi
Senin, 20 April 2026 | 06:30 WIB
Ilustrasi (BeritaNasional/Freepik)
Ilustrasi (BeritaNasional/Freepik)

BeritaNasional.com - Partai Golkar mengecam keras peristiwa penikaman yang menewaskan Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. Golkar meminta kepolisian mengusut kasus ini hingga tuntas.

"Kami sangat berduka, sedih, dan marah atas peristiwa ini. Kami mengucapkan belasungkawa kepada keluarga dan keluarga besar DPD Maluku, khususnya Maluku Tenggara," ujar Sekjen Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, kepada wartawan, dikutip Senin (20/4/2026).

"Kami menuntut aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas peristiwa tersebut," tegasnya.

Sarmuji meminta seluruh kader Golkar tetap waspada dan tidak terpancing situasi. Ia juga mengimbau agar kader memberikan kepercayaan kepada kepolisian dalam menangani kasus ini.

"Kepada kader, tetap waspada, tetapi jangan terpancing situasi. Kita berikan kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, membenarkan adanya kasus penikaman yang menewaskan Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, pada Minggu, 19 April 2026.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 11.25 WIT di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, Maluku Tenggara. Korban diketahui baru tiba dari Jakarta sebelum kejadian.

"Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Terduga pelaku langsung melarikan diri usai kejadian," jelas Kabid Humas Polda Maluku.

Usai kejadian, korban sempat dilarikan oleh keluarga ke RS Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka yang diderita.

Aparat Polres Maluku Tenggara bergerak cepat. Dipimpin Kapolres Malra AKBP Rian Suhendi, dua terduga pelaku berhasil diamankan sekitar dua jam setelah kejadian. Keduanya berinisial HR (28) dan FU (36), dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polres Malra.

"Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik," terang Kabid Humas.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: