Lebanon Tunjuk Simon Karam sebagai Utusan Tunggal dalam Pembicaraan dengan Israel
BeritaNasional.com - Presiden Joseph Aoun menegaskan komitmen terhadap kedaulatan nasional dengan menunjuk Simon Karam sebagai perwakilan resmi Lebanon dalam pembicaraan dengan Israel.
Dalam pengumumannya dilansir dari Al-Jazeera, Selasa (21/4/2026), Aoun menegaskan bahwa Karam merupakan satu-satunya delegasi Lebanon dalam perundingan tersebut tanpa adanya pengganti. Sikap ini dinilai sebagai respons terhadap upaya Iran yang sebelumnya mencoba mengaitkan posisi Lebanon dengan dinamika konflik kawasan yang lebih luas, termasuk kemungkinan gencatan senjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Di dalam negeri, pandangan terkait hal ini terbelah. Kelompok seperti Hezbollah dan para pendukungnya menilai keterkaitan tersebut dapat memberi keuntungan bagi Lebanon, mengingat terbatasnya daya tawar negara itu dalam negosiasi dengan Israel.
Namun, pemerintah Lebanon, termasuk presiden dan perdana menteri, menilai langkah Iran sebagai bentuk intervensi yang dapat mengganggu kedaulatan negara. Mereka menolak gagasan bahwa pihak luar dapat menentukan arah kebijakan dan masa depan Lebanon, termasuk dalam isu perdamaian dan gencatan senjata.
Penunjukan Karam dipandang sebagai langkah strategis untuk mempertegas posisi Lebanon dalam perundingan sekaligus mengantisipasi potensi eskalasi konflik. Dengan adanya perwakilan tunggal, pemerintah berharap proses negosiasi tetap berada dalam kendali nasional, terutama jika hubungan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kembali memanas.
Simon Karam sendiri merupakan mantan duta besar Lebanon untuk Amerika Serikat pada era 1990-an dan dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang hukum serta politik.
Sumber: Al-Jazeera
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







