Sampaikan 4 Kesepakatan, Tokoh Penting Deklarasi Malino Tolak Politisir Kuliah Umum JK

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Selasa, 21 April 2026 | 19:21 WIB
Tokoh penting Deklarasi Malino tolak politisir kuliah umum JK. (BeritaNasional/istimewa)
Tokoh penting Deklarasi Malino tolak politisir kuliah umum JK. (BeritaNasional/istimewa)

BeritaNasional.com -  Delegasi Muslim Perundingan Malino I Sugiyanto Kaimuddin mengungkapkan tidak ada unsur penistaan agama dalam penjelasan Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) saat di UGM Yogyakarta. 

"Bahwa sesungguhnya urusan kerusuhan Poso clear, tidak ada yang perlu dibicarakan. Karena apa yang disampaikan oleh Pak JK itu adalah fakta lapangan. Di sana teriak Darah Yesus, di sebelah berteriak Allahu Akbar," ungkapnya.

Sugiyanto yang ditemui dalam pertemuan tokoh penting Deklarasi Malino I dan II di Jakarta, Selasa (21/4/2026) menceritakan masa kelam konflik tersebut yang berhasil didamaikan oleh JK. 

"Semuanya karena ambisi, semuanya karena dendam, kemarahan yang kemudian dipoles dengan agama. Maka apa yang disampaikan itu fakta, tidak ada yang salah tapi ketika itu"

Ia pun menyampaikan perdamaian yang telah tercipta paska deklarasi 25 tahun lalu tersebut harus tetap dijaga, salah satunya dengan membentuk Solidaritas Antar Umat Beragama Kabupaten Poso yang menuangkan beberapa poin kesepakatan.

Pertama masyarakat dan tokoh antar umat beragama Kabupaten Poso, sangat tidak sependapat dan menolak jika ceramah atau kuliah umum Bapak MH. Jusuf Kalla dipolitisir.

Kedua, menolak secara utuh langkah-langkah yang diambil oleh oknum maupun lembaga yang melaporkan Bapak HM Jusuf Kalla dengan tuduhan penistaan agama karena dimungkinkan para pelapor tidak mengetahui secara utuh konflik yang terjadi saat itu di Poso.

Tiga, sebagai wujud kebersamaan antar umat beragama bersepakat bahwa konflik Poso telah selesai dan kami terus merawat perdamaian demi masa depan Poso yang lebih baik.

Keempat, kepada para tokoh agama dan seluruh masyarakat Kabupaten Poso hendaknya bersama-sama menjaga Poso tetap kondusif dan aman.

"Ditandatangani oleh saya sendiri Sugiyanto Kaimuddin, kemudian Pendeta Ratna Lagonda SH, Ustaz Yusrin Itiawan Sarjana Hukum, Ustaz Fadli Rone Sarjana Hukum, Ustaz Amin Adnan Sarjana Islam," tandasnya. 

Tokoh sejarah Malino lainnya, pendeta Rinaldi Damanik juga menyatakan inisiatif JK dalam menciptakan perdamaian. 

"Berulang kali menyampaikan kepada kami di Poso melalui berbagai tahapan dengan dua pilihan yang kemudian menyadarkan kami. Karena memang konflik sangat dahsyat waktu itu, kita tahu sangat banyak korban, dan saya mohon maaf atas semuanya itu. Beliau menawarkan, kalau mau terus berkonflik silakan. Tetapi kalau mau damai saya fasilitasi. Itu beliau sampaikan. Dan itu luar biasa sekali. Dan itulah yang menyadarkan dan meruntuhkan semua kesombongan, keangkuhan kami," paparnya.

Ia pun berharap semua pihak belajar untuk menghargai perbedaan termasuk dalam melihat penjelasan JK dalam kuliah umumnya di UGM Yogyakarta. Pun ia meminta apa yang terjadi sekarang ini tidak merusak generasi berikutnya, generasi muda.

"Jadi apa yang disampaikan oleh Pak JK itu, itu memang realitas waktu itu. Nah karena itu kami berharap siapa pun dia yang kontra terhadap apa yang disampaikan oleh Pak JK, mari belajar tentang kasus itu. Lihat dulu, tanyalah kepada Ambon, kepada Poso misalnya karena itu yang disebut. Tanyalah," tegasnya. 
 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: