Iran: Blokade Selat Hormuz Hambat Negosiasi dengan AS
BeritaNasional.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, pelanggaran komitmen, tindakan blokade di Selat Hormuz, serta ancaman dari Amerika Serikat (AS) menjadi hambatan utama dalam proses negosiasi.
“Iran selalu menyambut dan terus membuka diri terhadap dialog dan kesepakatan. Namun, itikad buruk, pengepungan, dan ancaman merupakan penghalang utama bagi negosiasi yang tulus. Dunia menyaksikan retorika kosong yang penuh kemunafikan serta kontradiksi antara klaim dan tindakan,” kata Pezeshkian di media sosial X.
Sebelumnya pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil.
Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
Eskalasi konflik tersebut hampir menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga turut mendorong kenaikan harga bahan bakar.
Kemudian pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Namun, perundingan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil.
Meski tidak ada pengumuman resmi mengenai dimulainya kembali permusuhan, AS mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Sumber: Antara

PERISTIWA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu







