Saham Nokia Meroket di Kuartal I 2026 Berkat AI dan Cloud
BeritaNasional.com - Nokia baru saja membuktikan mereka bukan lagi sekadar raksasa teknologi masa lalu. Perusahaan telekomunikasi asal Finlandia ini melaporkan kinerja keuangan kuartal I 2026 yang melampaui ekspektasi pasar.
Hal tersebut didorong oleh ledakan permintaan di sektor kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan (Cloud).
Dalam laporan yang dirilis pada Kamis (23/4/2026), Nokia mencatatkan kenaikan penjualan bersih 4 persen secara tahunan menjadi 4,50 miliar euro (sekitar Rp78 triliun).
Namun, kejutan sebenarnya terletak pada laba operasional yang melonjak tajam hingga 54 persen, menyentuh angka 281 juta euro.
Pertumbuhan impresif ini merupakan buah manis dari transformasi bisnis Nokia. Penjualan di segmen AI dan Cloud meroket hingga 49 persen, sementara segmen jaringan optik tumbuh 20 persen.
Sebelumnya, laba operasional Nokia hanya diprediksi berada di kisaran 250 juta euro. Kenyataannya, performa perusahaan jauh lebih bertenaga dari perkiraan tersebut.
Presiden dan CEO Nokia Justin Hotard mengungkapkan bisnis AI dan Cloud kini berkontribusi sebesar 8 persen dari total penjualan perusahaan.
"Kinerja yang melampaui ekspektasi ini didukung oleh permintaan pasar yang sangat kuat," ujar Hotard.
Menatap sisa tahun ini, Nokia terlihat sangat optimistis. Perusahaan memproyeksikan infrastruktur jaringan akan tumbuh antara 12 hingga 14 persen. Bahkan, gabungan jaringan optik dan IP diperkirakan mampu tumbuh hingga 20 persen.
Hotard menambahkan Nokia tidak akan mengerem kecepatan. Perusahaan justru bakal mempertebal investasi di sektor Jaringan Optik untuk menyambar peluang di pasar yang tengah berkembang pesat.
Saham Cetak Rekor 16 Tahun
Sentimen positif ini langsung direspons antusias oleh lantai bursa. Harga saham Nokia terbang hingga 10 persen ke level di atas 9 euro per lembar di bursa saham Helsinki.
Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Nokia. Pasalnya, ini adalah kali pertama harga saham mereka menyentuh level tersebut sejak tahun 2010, menandakan kembalinya kepercayaan investor terhadap masa depan sang raksasa teknologi.
Sumber: Xinhua News
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







