Perkuat Ketahanan Ekonomi, PKS Dorong Koperasi sebagai Solusi Permodalan dan Akses Pasar Masyarakat
BeritaNasional.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus mendorong penguatan ketahanan ekonomi masyarakat melalui berbagai instrumen pemberdayaan yang nyata, salah satunya melalui pengembangan koperasi sebagai solusi permodalan, pendampingan usaha, sekaligus akses pasar bagi pelaku usaha kecil dan anggota masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Tim Bidang Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif Djati Kusumo dalam acara 2+4 Hour Live Stream Puncak Milad ke-24 PKS, Ahad (26/4/2026), yang disiarkan langsung melalui PKS TV.
Djati menilai, di tengah kondisi ekonomi yang menantang saat ini, akses terhadap permodalan menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah. Oleh karena itu, PKS menghadirkan koperasi sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi dari tingkat akar rumput.
"Di tengah situasi ekonomi saat ini yang cukup sulit, khususnya dalam hal mencari permodalan, kami mengusung tema Milad PKS untuk memperkuat ketahanan ekonomi melalui instrumen koperasi. Dengan koperasi, kita dapat menguatkan anggota, menjadi sumber pembiayaan, pendampingan, bahkan memberikan akses pasar bagi mereka yang tergabung sebagai anggota," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tergabung dalam Koperasi Usaha Sukses Bersama, sebuah wadah yang dibangun untuk menghimpun kekuatan ekonomi anggota secara kolektif. Melalui sistem simpanan pokok dan simpanan wajib, koperasi mampu menyediakan permodalan bagi anggota yang ingin mengembangkan usaha.
"Kami tergabung dalam Koperasi Usaha Sukses Bersama. Melalui koperasi ini, kami memiliki komponen simpanan pokok dan simpanan wajib yang dihimpun bersama, kemudian dikelola untuk memberikan permodalan bagi anggota yang membutuhkan. Koperasi ini berfokus sebagai koperasi konsumen yang menghimpun modal dan menggulirkannya untuk usaha-usaha riil, salah satunya usaha ayam petelur," jelasnya.
Menurut Djati, salah satu keuntungan utama menjadi anggota koperasi adalah adanya Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dibagikan kepada anggota sesuai dengan kinerja dan perputaran usaha koperasi. Semakin besar perputaran dana, maka semakin besar pula manfaat ekonomi yang dirasakan oleh anggota.
"Keuntungan utama menjadi anggota koperasi adalah adanya Sisa Hasil Usaha atau SHU. Ketika dana yang dihimpun dapat berputar dengan baik, maka nilai SHU yang diterima anggota juga akan semakin besar. Karena itu, koperasi pada dasarnya adalah upaya untuk menguatkan ekonomi secara bersama-sama," tambahnya.
Ia menegaskan bahwa penguatan koperasi sejalan dengan semangat dan nilai-nilai perjuangan PKS dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Upaya ini juga selaras dengan visi kepemimpinan PKS yang mendorong kader dan masyarakat agar tumbuh menjadi pribadi yang produktif dan berdaya secara ekonomi.
"Hal ini sangat sejalan dengan DNA PKS dan sesuai dengan visi Presiden PKS, yaitu agar kader PKS dan masyarakat dapat tumbuh berdaya, produktif, serta kuat dan kokoh secara ekonomi," tegas Djati.
Saat ini, jumlah anggota yang terdaftar dalam koperasi tersebut terus bertambah dan telah mendekati 300 orang. Ke depan, PKS menargetkan model koperasi ini dapat diperluas dan direplikasi di berbagai daerah sebagai bagian dari gerakan nyata memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Melalui penguatan koperasi, PKS menegaskan komitmennya bahwa partai politik tidak hanya hadir dalam momentum politik, tetapi juga berperan aktif dalam menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan ekonomi masyarakat sehari-hari.
BUDAYA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu







