IM57+ Institute: Pemilu Jadi Titik Paling Krusial dalam Skema Korupsi Nasional

Oleh: Panji Septo R
Senin, 27 April 2026 | 12:00 WIB
Ketua IM57+ Lakso Anindito. (BeritaNasional/Panji Septo)
Ketua IM57+ Lakso Anindito. (BeritaNasional/Panji Septo)

BeritaNasional.com -  Ketua IM57+ Institute Lakso Anindito menyoroti temuan Direktorat Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang potensi suap untuk memanipulasi hasil pemilu.

Menurutnya, termuan tersebut semakin menegaskan rawannya proses elektoral terhadap praktik korupsi. Lakso menyatakan pemilu sudah lama menjadi simpul utama dalam rantai korupsi politik di Indonesia. 

“Pemilu merupakan salah satu titik krusial dalam skema korupsi yang ada di Indonesia,” ujar Lakso kepada Beritanasional.com, Senin (27/4/2026).

Ia menjelaskan korupsi di sektor lain sering kali berkaitan dengan kebutuhan pembiayaan politik. 

“Korupsi lain seperti pengadaan barang dan jasa hampir pasti terhubung dengan upaya mengembalikan modal yang sudah keluar pada pemilu sebelumnya atau mempersiapkan pembiayaan pemilu setelahnya,” kata Lakso.

Menurutnya, temuan KPK bukanlah hal yang mengejutkan mengingat besarnya perputaran uang pada momentum elektoral. 

“Pemilu adalah pintu menuju kekuasaan secara legitimate. Artinya temuan KPK tersebut bukanlah hal yang mengejutkan karena pasti terdapat potensi tinggi uang mengalir dalam proses tersebut,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK mengidentifikasi adanya praktik suap yang menyasar penyelenggara pemilu sebagai upaya memanipulasi perolehan suara.

Temuan tersebut muncul dalam kajian tata kelola partai politik yang disusun Direktorat Monitoring KPK sepanjang 2025.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan indikasi itu menegaskan masih terbukanya ruang terjadinya korupsi politik dalam proses elektoral.

“KPK juga menemukan adanya indikasi penyuapan kepada penyelenggara pemilu yang bertujuan memanipulasi hasil elektoral,” ujar Budi.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: