Komisi III DPR Dukung Polri Tambah Perlengkapan untuk Pengamanan Pemilu 2029

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 17 Juni 2026 | 14:34 WIB
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman. (BeritaNasional/Elvis Sendouw/HO Foto Parlemen)
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman. (BeritaNasional/Elvis Sendouw/HO Foto Parlemen)

BeritaNasional.com - Komisi III DPR RI mendukung tambahan anggaran Polri Rp66,1 triliun untuk tahun 2027. Tambahan anggaran itu salah satunya adalah kebutuhan pengamanan menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. 

Polri mengajukan Rp20,9 triliun untuk belanja barang yang di antaranya pengadaan perlengkapan persiapan pengamanan Pemilu 2029.

"Dari meja pimpinan, pada prinsipnya, kita tentu sangat mendukung kedua mitra kita ini, usulan penambahan anggaran, dan apabila nanti pagu apa ruang fiskalnya tersedia, ya. Tapi kami all out, Pak. Pak Ivan dan Pak Wakapolri kami akan all out memperjuangkan permintaan bapak-bapak ini," kata Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman saat rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Sementara itu, anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Safaruddin mendukung penguatan sarana dan prasarana Polri untuk menghadapi tantangan keamanan. Salah satu yang perlu diperkuat adalah alat material khusus (almatsus) dan kendaraan taktis (rantis) Polri.

Menurut Safaruddin, eskalasi menjelang Pemilu 2029 akan terus meningkat sehingga Polri membutuhkan alat lengkap.

"Ini mungkin, oh memang itu enggak melihat karena tidak ada alatnya, sensor. Maksud saya, ini menghadapi Pak, eskalasi akan meningkat terus sampai Pemilu 2029. Saya kira ini alat-alat kelengkapan Polri betul-betul secara lengkap," jelasnya.

Safaruddin meminta perlengkapan alat Polri dilengkapi agar personel yang bertugas tidak menjadi korban.

"Jangan sampai anggota kita jadi korban di lapangan karena ada peralatan yang tidak dilengkapi gitu Pak ya," ucapnya.

Safaruddin mendorong Polri melakukan pengadaan kamera pengawas dan kamera tubuh (body cam) untuk mendukung implementasi ketentuan baru dalam KUHAP dan mencegah polemik saat menjalankan tugas.

"Jadi, ketika dia melakukan penangkapan, juga harus anggota kita dilengkapi body cam supaya tidak ada lagi pertengkaran. Ada tindak kekerasan atau tidak, tinggal kita memutar kembali yang sudah direkam itu, Pak," paparnya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR Fraksi Golkar Rikwanto juga memberi dukungan. Menurut dia, arah kebijakan anggaran Polri perlu disesuaikan dengan tantangan yang akan dihadapi, termasuk potensi berlanjutnya unjuk rasa sampai pengamanan menjelang Pemilu 2029.

"Kemudian, menghadapi unjuk rasa, ini fenomena ini sepertinya akan berlanjut menurut perkiraan," ucap Rikwanto.

Ia menilai Polri perlu memperkuat berbagai peralatan pendukung seperti kamera tubuh, kamera kendaraan, drone, sampai perlengkapan pengendalian massa yang sesuai standar hak asasi manusia.

"Jadi, saya berharap ke depan untuk anggaran 2027 arahkan ke arah situ supaya sinergis antara tugas Polri yang terapan di lapangan dengan penegakan HAM dan hak-hak yang lain bersamaan berjalan," ucap Rikwanto.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: