RS Polri Ungkap Kendala Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Oleh: Panji Septo R
Selasa, 28 April 2026 | 13:01 WIB
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati Brigjen Prima Heru Yuliharyono. (BeritaNasional/Panji Septo).
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati Brigjen Prima Heru Yuliharyono. (BeritaNasional/Panji Septo).

BeritaNasional.com - Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yuliharyono mengungkap adanya sejumlah kendala dalam proses identifikasi jenazah korban kecelakaan yang melibatkan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.

“Ada beberapa kendala, di mana jenazahnya pada saat kita cek di Mambis-nya tidak keluar identitasnya. Tapi ini kita lagi dalami lagi,” uhar Prima di RS Polri, Kramat Jati, Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan sebagian jenazah mengalami kerusakan pada bagian kepala, sehingga turut memengaruhi proses identifikasi visual. 

“Karena ada beberapa jenazah yang kepalanya rusak juga ada,” ujarnya.

Prima menegaskan tim tetap berusaha mempercepat proses, termasuk memadukan data antemortem dan postmortem sebelum merilis hasil resmi. 

“Nanti kalau sudah selesai data antemortem dan postmortem segera kita rilis lagi. Kami menyampaikan ucapan ikut berduka cita kepada para keluarga yang tertimpa musibah kecelakaan kereta api di Bekasi,” ucapnya.

Sebelumnya, PT Kereta Api İndonesia (KAI) melaporkan perkembangan terbaru terkait data korban dalam insiden kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan, sejak dilakukan proses evakuasi tadi malam, telah dilaporkan ada 14 korban jiwa meninggal dunia sampai pagi ini.

“Berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia,” kata Bobby dalam keterangan tertulis pada Selasa (28/4/2026).sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: