Menhub Tanggapi soal Ramainya Masalah Sinyal di Balik Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 28 April 2026 | 13:10 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat memberikan keterangan pers. (BeritaNasional/Bachtiarudin Alam)
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat memberikan keterangan pers. (BeritaNasional/Bachtiarudin Alam)

BeritaNasional.com - Ramai di media sosial (medsos) menyoroti kondisi sinyal kereta yang dianggap tidak berfungsi sehingga mengakibatkan kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dengan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar).

Salah satunya, akun X @SukamotoJourney mempertanyakan sinyal hijau yang membuat KA Argo Bromo Anggrek tetap melaju di tengah KRL yang sedang berhenti di peron stasiun Bekasi Timur.

“Lewat video ini, satu hal krusial yang membahayakan dan perlu investigasi mendalam adala, kenapa sinyal di Stasiun Bekasi mengindikasikan hijau? Ini bikin masinis KA Argo Anggrek terus melajukan keretanya di kecepatan penuh,” tulis akun tersebut.

Atas pertanyaan yang menjadi sorotan ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menanggapi pihaknya menyerahkan sepenuhnya investigasi kepada Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Oh, saya rasa saya tidak ingin lebih awal menyatakan ini karena KNKT yang akan melakukan investigasi," kata Dudy kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026). 

Karena itu, Dudy menyatakan akan menunggu hasil investigasi KNKT. Ia tidak ingin berspekulasi terkait penyebab tabrakan KRL dan kereta api jarak jauh yang memakan korban.

"Itu kami serahkan kepada KNKT. Kami tidak ingin mendesak atau memburu-buru KNKT karena memang mereka tentunya punya metodologi maupun cara bagaimana melakukan investigasi terhadap kecelakaan kereta api," ujarnya.

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL rute Jakarta-Cikarang terjadi sesaat taksi listrik hijau mogok hingga tertemper KRL lain di perlintasan rel Cikarang-Jakarta.

Saat itu, KRL dari rute Jakarta-Cikarang sedang di peron Stasiun Bekasi Timur menunggu proses evakuasi taksi listrik hijau yang mogok. Tiba-tiba dari arah belakang melaju KA Argo Bromo Anggrek menabrak gerbong belakang KRL.

Dampak dari kecelakaan itu, total 14 penumpang yang seluruhnya perempuan di gerbong khusus meninggal dunia. Sementara itu, 84 korban luka lainnya telah dievakuasi untuk mendapat perawatan medis di rumah sakit.

Karena seluruh korban telah selesai dievakuasi, Operasi SAR Gabungan dinyatakan selesai. Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek pun telah dilepas dari gerbong KRL untuk dipindahkan dari Stasiun Bekasi Timur.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: