Prabowo Subianto Genjot Renovasi Sekolah Nasional, Target Selesai 2028

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 29 April 2026 | 11:35 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau SMAN 1 Cilacap. (Foto/YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau SMAN 1 Cilacap. (Foto/YouTube Sekretariat Presiden)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menargetkan renovasi sekolah-sekolah di Indonesia seluruhnya selesai pada 2028. Prabowo mengungkap, pada tahun 2026 ini dianggarkan renovasi untuk 70.000 sekolah, kemudian untuk tahun 2027 sebanyak 100.000 sekolah.

"Tahun ini sudah 70.000. Anggaran tahun lalu 17.000 sekolah, tahun ini 70.000 sekolah. Tahun depan target saya kalau bisa lebih dari 100.000 (sekolah)," ujar Prabowo saat meninjau SMAN 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

Prabowo mengatakan, jumlah sekolah yang akan direnovasi totalnya ada 288.000 sekolah. Tahun ini akan diselesaikan 87.000 sekolah, kemudian tahun depan akan dilanjutkan renovasi 100.000 sekolah.

Maka di tahun 2028 juga akan diselesaikan perbaikan sekolah sebanyak 10.000. Sehingga seluruh sekolah bisa selesai diperbaiki.

"Saya berharap semua sekolah akan selesai 2028. Kita kalau tidak salah punya 288.000 sekolah. Kalau tahun ini berarti 87.000 akan selesai satu tahun, berarti kita masih punya 200.000. Kalau 100.000 di 2027, 100.000 di 2028, semua sekolah Indonesia sudah diperbaiki," ujar Prabowo.

Prabowo juga tidak hanya perbaiki fisik, tetapi perlu juga menambah kualitas. Ia ingin semua ruang kelas memiliki sistem smart classroom

"Sekarang baru satu per sekolah, ada yang dua. Berarti target kita masih tiap sekolah mungkin tiga, empat lagi. Tahun ini kita perjuangkan tiga tambahan ke seluruh Indonesia," ujarnya.

"Dengan demikian interaktif, silabus-silabus ada di software, membantu semua. Kalau murid atau guru ingin ulangi, bisa setiap saat diulangi pelajaran," sambungnya.

Prabowo juga ingin anak-anak sekolah belajar bahasa asing seperti Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin.

"Dan nanti kita ada studio pusat di Jakarta, guru-guru terbaik, umpamanya Bahasa Inggris, ya kita ambil native speaker, dia bisa mengajar ke semua yang perlu. Bahasa Mandarin begitu. Kita mau tambah anak-anak sekolah kita harus bisa Bahasa Inggris, Mandarin, dan beberapa bahasa asing mulai dari SD," pungkasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: