Respons Usul Menteri PPPA soal Gerbong Wanita, Dirut KAI: Kami Tak Bedakan Gender

Oleh: Panji Septo R
Rabu, 29 April 2026 | 11:36 WIB
Dirut KAI Bobby Rasyidin. (Foto/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Dirut KAI Bobby Rasyidin. (Foto/Biro Pers Sekretariat Presiden)

BeritaNasional.com - Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Bobby Rasyidin menegaskan keselamatan penumpang merupakan prioritas mutlak perusahaan dan tidak membedakan gender. 

Hal tersebut diungkapkannya merespons usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choirul Fauzi (Arifah) untuk memindahkan gerbong perempuan ke tengah.

“Kami perlu menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas utama kami,” ujar Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).

“Kami tidak ada toleransi sama sekali untuk melanggar atau menurunkan tingkat keselamatan pengguna jasa PT Kereta Api Indonesia baik laki-laki maupun perempuan,” tambahnya.

Menurut dia, PT KAI terus berkomitmen menjaga kualitas pelayanan, baik selama masa pemulihan maupun setelahnya.

Saat dikonfirmasi terkait usulan gerbong perempuan dipindah ke tengah, Bobby kembali menekankan konsistensi perusahaan pada aspek keselamatan.

“Seperti yang saya sampaikan, KAI menjamin keselamatan. Tidak ada toleransi dan tidak ada kompromi. Kami tidak membedakan gender laki-laki dan perempuan,” ucapnya. 

Terkait peluang mengubah posisi gerbong perempuan pascakecelakaan, Bobby menjelaskan penempatan gerbong sudah mempertimbangkan aspek kemudahan dan kenyamanan pengguna.

“Penempatan gerbong perempuan itu untuk kenyamanan dan kemudahan. Selama ini, kami mengutamakan perempuan untuk kenyamanan dan keamanan di dalam kereta,” kata Bobby.

Sebelumnya, Arifah Fauzi mengusulkan kepada PT KAI agar gerbong wanita dipindahkan ke tengah pascakecelakaan kereta di Bekasi Timur.

"Tapi, dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah," ujar Arifah.

Arifah mengaku telah bertanya mengenai alasan penempatan gerbong tersebut yang dikatakan untuk kenyamanan penumpang wanita.

Meski demikian, dia meminta adanya pengubahan posisi imbas kecelakaan tersebut agar penumpang laki-laki menempati bagian ujung kereta.

"Jadi, yang laki-laki di ujung. Depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah gitu," katanya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: