Kawasan Transmigrasi Berperan Penting bagi Suksesnya Swasembada Pangan

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Rabu, 29 April 2026 | 23:30 WIB
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, kawasan transmigrasi berperan penting dalam keberhasilan program swasembada pangan nasional.

"Swasembada beras misalkan, itu ada beberapa tempat seperti di Sumatera Selatan, 40 persen padinya disumbang dari kawasan transmigrasi. Juga di Merauke itu hampir lebih dari 60 persen disumbang dari kawasan transmigrasi,"  katanya.

Tidak hanya beras, ia mengatakan pihaknya juga mengupayakan swasembada bagi komoditas pangan lainnya, seperti perikanan dan buah-buahan.

Sejumlah wilayah transmigrasi di Sulawesi Tengah berhasil menjadi penyumbang 80 persen produksi durian lokal.

Untuk mengoptimalkan potensi di kawasan transmigrasi tersebut, Kementerian Transmigrasi (Kementrans) pun menandatangani sejumlah nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Selain itu, Iftitah menyatakan pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk menjamin kejelasan status lahan yang disediakan bagi para transmigran.

Ia menyampaikan penyediaan lahan dengan kepastian status clean and clear merupakan hal yang penting untuk menjalankan transformasi program transmigrasi yang saat ini difokuskan kepada pembukaan lapangan kerja, hilirisasi dan industrialisasi komoditas, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kekuatan (program transmigrasi) kami itu dua, satu adalah lahannya, karena untuk menanam kan butuh lahan. Kedua adalah tenaga kerjanya, para transmigran itu sendiri," ujarnya.

Iftitah mengatakan, guna menjalankan transformasi tersebut, pihaknya menguatkan implementasi pengetahuan dan teknologi melalui kerja sama dengan sejumlah universitas di Indonesia dalam Program Transmigrasi Patriot.

Kolaborasi juga dibangun dengan berbagai investor potensial, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, salah satunya Pemerintah China untuk dapat memasarkan berbagai komoditas hasil olahan para transmigran.

"Tiongkok (China) juga merupakan salah satu off-taker yang kami approach (dekati) untuk kami bisa memasarkan hasil produk-produk transmigrasi," katanya.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: