Lebanon Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tim Kemanusiaan
BeritaNasional.com - Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam mengecam keras serangan yang dilakukan oleh Israel Defense Forces di wilayah selatan Lebanon, yang menewaskan petugas pertahanan sipil saat menjalankan tugas kemanusiaan.
Insiden terjadi di kota Majdal Zoun pada Selasa waktu setempat, ketika dua serangan berturut-turut menghantam sebuah bangunan.
Serangan pertama memicu kedatangan tim penyelamat, namun serangan lanjutan kembali terjadi dan menewaskan tiga petugas rescue dari Civil Defence serta dua warga sipil lainnya.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut para korban awalnya datang untuk mengevakuasi korban dari serangan pertama sebelum akhirnya ikut menjadi sasaran.
“Penargetan petugas Civil Defence saat menjalankan tugas kemanusiaan merupakan kejahatan perang baru,” tegas Nawaf Salam dalam pernyataannya di media sosial.
Ia menambahkan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum humaniter internasional dan pemerintah akan membawa kasus ini ke forum internasional.
Pihak Civil Defence Lebanon menyebut tiga petugas sempat terjebak reruntuhan akibat serangan kedua sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Dalam insiden yang sama, dua anggota militer Lebanon juga mengalami luka saat mendampingi operasi penyelamatan.
Laporan media menyebut serangan juga menyasar konvoi militer Lebanon yang tengah mengawal tim penyelamat di lokasi serangan awal.
Meski terdapat kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat, serangan udara Israel di Lebanon dilaporkan masih terus terjadi, terutama di wilayah selatan dan timur.
Di sisi lain, kelompok Hezbollah disebut merespons dengan peluncuran roket dan drone ke wilayah Israel dan area pendudukan di selatan Lebanon.
Presiden Lebanon Joseph Aoun juga mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari pola serangan yang menyasar tenaga medis, tim penyelamat, dan pekerja kemanusiaan.
Sementara itu, organisasi HAM Human Rights Watch menilai minimnya tekanan internasional terhadap Israel telah memperburuk situasi di Lebanon dan Gaza. Mereka mendesak penghentian bantuan militer serta sanksi terhadap pihak yang terlibat dalam dugaan pelanggaran serius.
Data Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya delapan orang tewas dalam rangkaian serangan terbaru, sementara total korban sejak Maret mencapai lebih dari 2.500 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka.
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu







